pendapatan game online

RADARDEPOK.COM – Pendapatan industri game di Indonesia pada tahun 2021, mencapai 2,08 miliar dolar AS atau Rp 30 triliun. Data itu disampaikan Wakil Ketua Umum atau Ketua Harian Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI), Bambang Sunarwibowo.

Jika dibandingkan pada tahun 2020, angka tersebut cukup melonjak. Dimana, pada tahun lalu angkanya mencapai mencapai 1,1 miliar dolar AS atau Rp 15,7 triliun.

“Hal ini menjadikan Indonesia sebagai pangsa pasar game asia, dan memiliki pertumbuhan tercepat selain India dan Thailand,” ujar Bambang.

Bambang melanjutkan, saat ini Indonesia memiliki 118 juta pemain game. Dari data itu, sebanyak pemain game esports tercatat berjumlah 44,2 juta orang.

“Jadi sudah sangat banyak pemain esports di Indonesia,” tambahnya.

Bambang juga mengutip data dari Evos Esports, di mana populasi generasi Z di Indonesia saat ini mencapai 67 juta jiwa. Sedangkan generasi milenial mencapai 62 juta jiwa.

Angka ini, kata Bambang, menjadikan Indonesia sebagai pangsa pasar esports yang sangat potensial.

Akan tetapi, Bambang menyayangkan karena Indonesia sampai saat ini masih menjadi pasar dalam ekosistem esports ini. Untuk itulah, PBESI berupaya untuk mendukung pertumbuhan ekosistem esports dalam negeri.

Adapun langkah yang dijalankan PBESI yaitu menggandeng developer game asli karya anak bangsa, Lokapala. Game genre MOBA ini akan ditampilkan di pertandingan persahabatan PON XX Papua 2021.

Ia berharap, game-game esports lokal lainnya dapat terus berkembang dan terus bersaing. Bahkan kalau bisa, game lokal bisa ditampilkan dalam pertandingan internasional.

“Sehingga kami juga memiliki cita-cita besar, bagaimana menggantikan game-game internasional, bagaimana membangkitkan atlet, bagaimana masyarakat, khususnya milenial, memberikan kontribusi untuk negara kita di ajang esports internasional,” pungkasnya. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya