dewa pedulilindungi
Ilustrasi

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pemerintah tidak terlalu bergantung kepada aplikasi PeduliLindungi dalam segala urusan. Apalagi menjadikannya sebagai alat pembayaran digital, yang sempat dilontarkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan atau Menko Luhut beberapa waktu lalu.

“YLKI melihat bahwa aplikasi PeduliLindungi jangan didewakan lah, dengan kemudian semua hal itu masuk ke dalam ranah aplikasi PeduliLindungi,” tegas Pengurus Harian YLKI, Agus Suyatno.

Agus menekankan, harusnya pemerintah tidak lupa tujuan utama dengan meluncurkan aplikasi PeduliLindungi, yakni untuk memudahkan masyarakat mendapatkan sertifikat vaksin secara digital.

“Satu hal yang perlu dilihat, PeduliLindungi itu awal tujuan utamanya untuk memudahkan masyarakat ketika sudah vaksin. Tapi kemudian berkembang harus ada syarat-syarat tertentu ketika masuk kantor atau mal menggunakan aplikasi PeduliLindungi,” keluhnya.

Dia juga menyoroti wacana penerapan PeduliLindungi di pasar rakyat yang kini sedang diujicoba. Menurutnya, itu jadi sesuatu yang cukup menggelikan.

“Pertama, masyarakat kita (secara umum) itu kan bukan masyarakat yang daya literasinya seperti masyarakat di kota besar seperti Jakarta. Jadi melihatnya jangan hanya di Jakarta bahwa ini bisa diaplikasikan. Karena masih banyak masyarakat kita yang justru belum paham tentang hal ini,” ungkapnya.

Selanjutnya, Agus berujar, tidak semua masyarakat yang sudah punya handphone atau gadget memiliki cukup untuk mengakses aplikasi PeduliLindungi lewat jaringan internet.

“Jadi saya pikir memang ini perlu ditinjau ulang terhadap semua hal yang kemudian dikaitkan dengan aplikasi PeduliLindungi,” tegas Agus. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya