mal sepay
SEPI : Pengunjung yang datang ke dalam mal Pesona Square masih tampak sepi, sedari PPKM membolehkan mal dibuka. IST

RADARDEPOK.COM –  Secercah harapan pengelola mal di Kota Depok saat perpanjangan PPKM Level 3, anak-anak di bawah usia 12 tahun bisa ngemal sangat terbuka. Saat ini pemerintah pusat tengah mengkonsep, agar anak-anak masuk mal.  Syaratnya, keluarga yang membawa anak di bawah 12 tahun, keluarga sudah divaksinasi, dan berwarna hijau dan kuning pada aplikasi. Kendati demikian sampai 21 September mendatang, anak di bawah 12 tahun masih dilarang ke mal sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmedagri) Nomor 42 Tahun 2021 tentang PPKM Level 2-4 di Jawa-Bali.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno mengatakan, kebijakan untuk mengizinkan atau tidak anak di bawah usia 12 tahun masuk ke tempat wisata, mal maupun restoran, ada di pengelola. “Dalam konsep itu, membawa anak karena satu dan lain hal akan diambil keputusan diskresi oleh penyelenggara,” kata Sandiaga dalam keterangan tertulis, Selasa (14/9).

Meski memberikan diskresi bagi pengelola wisata atau mal, Sandiaga tetap mewanti-wanti agar pengelola tidak mengabaikan protokol kesehatan. Menurutnya, pemerintah tidak akan kaku soal aturan, namun juga tidak boleh terlalu lentur. Selama protokol kesehatan dipatuhi secara ketat dan disiplin, PeduliLindungi sudah ter-install, destinasi sudah melakukan CHSE, semua staf sudah divaksinasi (Covid-19).

“Maka satu-dua diskresi yang tentunya dilakukan jika ada keluarga yang membawa anak berusia di bawah 12 tahun, tapi keluarganya sudah divaksinasi, dan berwarna hijau dan kuning (pada aplikasi), keputusan bisa diambil berdasarkan koordinasi dengan Satgas Covid-19 setempat,” jelas Sandiaga.

Akan tetapi, mimpi pengelola mal di Depok nampaknya belum dapat terwujud dalam waktu dekat. Pasalnya, Pemerintah Kota Depok sudah mengeluarkan prodak hukum berupa Keputsan Walikota (Kepwal) Depok Nomor :  443/403   /Kpts/Satgas/Huk/2021, Tentang Perpanjangan Ketiga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3 Covid-19 di Depok.

Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan, dalam Kepwal ini, pihaknya memperpanjang pemberlakukan PPKM Level 3 mulai 14 – 21 September.  “PPKM diperpanjang sampai 21 September,” kata Idris, Selasa (14/9).

Dia mengungkapkan, ada beberapa poin penting dalam Kepwal yang baru terbit ini diantaranya, sektor esensial pada instansi pemerintahan mengikuti ketenutan teknis yang dikeluarkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Pelaksanaan pembelajaran di satuan  sekolah dilaksanakan  secara  daring    (persiapan pendidikan sekolah Pertemuan Tatap Muka (PTM Terbatas). “Untuk kegiatan sekolah masih daring, sambil menunggu kesiapan pelaksanaan sekolah PTM terbatas,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Idris, penduduk dengan  usia di bawah 12 tahun dilarang memasuki  pusat perbelanjaan/mall/ pusat perdagangan dan tempat bermain anak-anak, dan tempat hiburan  dalam pusat perbelanjaa /mall/pusat perdagangan ditutup. “Anak di bawah 12 tahun dan sarana hiburan dan permainan di dalam mal masih belum diperbolehkan,” bebernya.

Akan tetapi, tambah Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, bioskop  dapat beroperasi  dengan ketentuan sebagai berikut : wajib menggunakan aplikasi Peduli  Lindungi untuk melakukan skrining  terhadap semua pengunjung dan pegawai, kapasitas paling banyak 50% dan hanya pengunjun dengan kategori Hijau dalam Peduli Lindungi  yang boleh masuk. Pengunjung usia di bawah 12 tahun dilarang masuk, dilarang makan dan minum atau  menjual makanan dan minuman dalam area bioskop.

“Tentunya wajib  mengikuti protokol kesehatan yang diatur oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan  Kementerian  Kesehatan,  dan daftar perusahaan yang akan mengikuti uji coba ini ditentukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi  Kreatif,” tuturnya.

Terpisah, Marcomm Manager Depol Townsquare (Detos), Ferry Nurdin Firdaus mengatakan, pada  dasarya semua pengelola mal yang ada di Depok patuh pada setiap kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Kota Depok, dalam rangka menekan laju penularan Covid-19. Akan tetapi, jika melihat tren kasus Covid-19 yang cenderung menurun. Mereka berharap adanya pelonggaran usia anak yang bisa masuk ke mal. “Kalau sampai anak usia di bawah 12 tahun boleh masuk mal itu yang kami harapkan,” kata Ferry kepada Harian Radar Depok, Selasa (14/9).

Diperbolehkannya anak–anak usia di bawah 12 tahun masuk mal ini dapat meningkatkan omset bisnis Detos, lantaran pasar atau segmen usaha mereka adalah keluarga.  “Peran anak dan keluarga sangat besar dalam bisnis kami, karena mereka merupakan penyumbang omset kami sebesar 80 persen,” tuturnya.

Jika saja Pemerintah Kota Depok dapat mengabulkan permohonan Detos, pihaknya siap untuk menyediakan sarana prasarana penunjang protokol kesehatan untuk anak dan keluarga yang datang ke sana.  “Insya Allah kita siap menjaga protokol kesehatan dan tenant–tenant di sini juga disiapkan untuk menjaga protokol kesehatan anak dan keluarga,” ucapnya.

Meski demikian, dia mengaku bersyukur karena Pemerintah Kota Depok sudah mengizinkan bioskop di dalam mal untuk beroperasi kembali, tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. “Insya Allah Rabu besok bioskop di sini sudah mulai beroperasi, mohon doanya,” tuturnya.

Senada dengan Ferry, Manejer Marketing Pesona Square, Irfan Aziz mengungkapkan, pada dasarnya mereka tetap megikuti seluruh ketentuan yng diberikan Pemerintah Kota Depok. akan tetapi, pihaknya menginginkan agar anak usia di bawah 12 tahun diperbolehkan masuk ke dalam mal.

“Sangat disayangkan anak dibawah usia 12 tahun belum diperbolehkan masuk mal.  Karena, biar bagaimanapun faktor pendukung traffic mal rame dari sisi anak, di mana orang tua akan ikut anak yang mau main dan berkunjung di mal,” bebernya.

Dia menjelaskan, sebenarnya keinginan seluruh manajemen mal di Indonesia pada dasarnya sama, yaitu mengharapkan anak usia di bawah 12 tahun bisa masuk mal. Maka dari itu, pihaknya berkomitmen akan menerapkan protokol kesehatan sebaik mungkin jika anak di bawah 12 tahun boleh masuk mal.

“Asosiasi pengelola mal pusat mungkin sudah menyampaikan keinginan ini ke Pemerintah Pusat. Sampai saat ini, kami pihak mal sudah sangat disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan terutama melalui aplikasi peduli lindungi, bisa dilihat dari data, banyak sekali customer yang tidak dapat masuk ke mal karena dinyatakan tidak layak stelah barcode apikasi peduli lindungi. ini mencerminkan bahwa pihak mal  sangat sangat disiplin dalam protokol kesehatan,” ungkapnya.

Dia berharap, jika PPKM masih diperpanajang, Pemerintah Kota Depok dapat mempertimbangkan agar anak usia di bawah 12 tahun bisa masuk mal. “Semoga diperpanjangan berikutnya anak–anak usia di bawah 12 tahun sudah diperbolehkan masuk mal, wahana permainan anak juga sudah diperbolehkan masuk atau beroperasi,” tuturnya.

Meski demikian, dia merasa bersyukur karena akhirnya bioskop dapat kembali beroperasi di Depok, walau dengan sejumlah peraturan ketat yang dikeluarkan pemerintah.  “Allhamdulilahnya minggu ini bioskop sudah boleh buka, walaupun dengan syarat-syarat yang luar biasa.  Kategorinya harus hijau pada aplikasi peduli lindungi baru boleh masuk ke bioskop,” tandasnya.(dra/rd)

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Fahmi Akbar