lanjutan penari cantik
INSPIRATIF : Adzra Aqilla Khairunnisa atau Cantik, saat foto bersama dengan ibunya usai penampilkan bakatnya di atas panggung.

Memiliki hobi yang sama dengan sang ibunda, membuat Cantik sangat didukung penuh di bidang tari tradisional. Bahkan, ibunya memiliki sanggar tari yang diberi nama Sanggar Cantik.

Laporan : Lutviatul Fauziah

RADARDEPOK.COM, Parasnya yang anggun, dipadukan dengan baju daerah yang elegan, membuat putri 12 tahun ini selalu tampil begitu mempesona.

Ditambah lenggak-lenggok tubuhnya yang lentur mengikuti irama, membuat sepasang mata yang menyaksikannya terasa enggan untuk berkedip.

Tepuk tangan yang gemuruh juga selalu menjadi teman setia, kala Cantik menunjukan kebolehannya di depan umum, yang sudah diasah sejak usia 3 tahun ini.

Walau terbilang masih sangat belia, kecintaannya terhadap seni tari tradisional tak dapat diragukan. Yap, karena memang sang ibu juga memiliki hobi yang sama dengannya.

Mungkin bisa dibayangkan ya, betapa asyiknya saat di rumah ibu dan sang anak berlatih bersama tarian dari berbagai daerah di Indonesia.

“Awal-awal memang sering diajarin mamah sebelum masuk sanggar, aku juga senang banget bisa tari tradisional,” ucap perempuan yang kini mengenyam pendidikan di SMPN 3 Depok.

Bahkan, kemanapun Cantik tampil ibunya begitu setia menemani. Kadang pun merasa haru, melihat anaknya begitu pandai membuat sepasang mata terhanyut dalam penampilannya.

Lambat laun, untuk membagikan kepiawaiannya dibidang seni, sang ibu pun membuka sangar dance dan modeling pada 2015. Dan di 2018 baru sanggarnya merambah ke tari tradisional, sesuai minatnya.

“Tetapi saat ini saya sudah tidak melatih, karena sudah usia juga. Jadi ada UNJ dan Unindra yang melatih 50 anak yang tergabung dalam Sanggar Cantik,” terang ibunda Cantik, Erny Prasatyawati.

Kurang lebih seminggu dua kali, anak-anak berlatih dengan dibagi menjadi dua tim. Mulai dari tari tradisional hingga tari modern semua diajarkan.

Hobi yang menghasilkan, itulah pernyataan yang tepat untuk menggambarkan keluarga ini yang begitu kental mengalir darah seninya. (*)

Editor : Junior Williandro