MENANG : Adzra Aqilla Khairunnisa atau Cantik, menerima tropi atas prestasi yang diraihnya dalam seni tari tradisional yang diserahkan langsung Walikota Depok, Mohammad Idris didampingi Bunda Elly Farida. Dokumen Pribadi For Radar Depok

Keahlian Cantik dibidang Tari Jaipong, Tari Betawi ataupun tari tradisional lainnya memang tidak perlu diragukan lagi. Dari usianya masih belia hingga kini duduk di kelas 7 SMPN 3 Depok, sudah ratusan prestasi yang ditorehkan.

Laporan : Lutviatul Fauziah

RADARDEPOK.COM. Cantik, gadis berusia 12 tahun yang selalu menarik perhatian setiap pasang mata yang menyaksikannya. Dari panggung ke panggung, dirinya menampilkan gerakan tubuh yang lentur sejak usianya masih 3 tahun.

Waktu demi waktu yang dia lalui dengan cucuran keringat dari peluhnya, nampaknya ini bukanlah sebuah kesia-siaan. Ratusan kompetisi bergengsi dari tingkat Kota sampai Provinsi Jawa Barat diikuti.

Pasti banyak yang mengatakan bahwa memang keluarga seninya sudah mengalir, orang tuanya pun memiliki sanggar tari, pasti Cantik dengan mudahnya mengikuti dan merampas juara.

Tetapi nyatanya tidak begitu, setiap hari Cantik latihan dengan serius. Ditambah, dirinya harus menjalankan tugas pokoknya sebagai siswa di sekolah.

Bagaimana cara membagi waktu agar sekolahnya tetap berprestasi, namun seni tari tetap menjadi hobi yang selalu ada dihati.

Bahkan, dari usianya 3 tahun hingga 12 tahun, Cantik sudah berhasil memborong 283 piala yang dihasilkannya dari lomba ke lomba.

“Dari lomba tari tradisional dan modeling, ada sekitar 283 piala bahkan di rumah samapai tidak muat. Tetapi, kebanyakan memang piala dari tari tradisional,” ucapnya sambil tersenyum manis.

Beberapa torehan juara yang diraih, di antaranya juara 1 Jaipong tingkat SD se Jawa Barat, juara 1 Tari Nusantara se-Jabodetabek, juara 1 Tari Betawi se-DKI Kakarta, juara 1 Tari Jaipong dan juara 1 Tari Nusantara se-Kota Depok.

Bakatnya tidak hanya sebatas itu, Cantik juga menjadi putri hijab cilik, putri kebaya cilik, juara favorit None cilik.

Baru-baru ini, Cantik dan teman-temannya tampil diacara pelepasan leader untuk Pekan Olahraga Nasional (PON).

Dia juga, sering tampil diacara bergengsi dari Dinas Pariwisata. Segudang pengalaman yang dimilikinya, tak lantas dia menjadi sombong dan tak mau bergabung denga teman-temannya yang lain.

Bahkan, anak ketiga dari tiga bersaudara ini selalu merasa senang jika ada temannya yang mau ikut tari. Dan tak sungkan dia berbagi ilmu yang dimilikinya.

Baginya, semakin banyak yang belajar tari tradisional maka kebudayaan indonesia dapat semakin di kenal, khususnya di kalangan anak-anak remaja seusianya. (*)

 

Editor : Ricky Juliansyah