relawan sosial depok
SEMANGAT : Musyaffa Kautsar (kiri) saat mengajarkan Tahfidz kepada siswa SDIT Bahrul Fikri.

Sebagai seorang muslim, Musyaffa menjadikan Alquran sebagai kitab suci yang menjadi pedoman dan panduan bagi kehidupan manusia, baik dalam berhubungan dengan Allah sebagai Sang Khaliq maupun kepada sesama manusia. Selama mengenyam 12 tahun pendidikan, Alquran tak hanya dibaca, tetapi juga dihafalkan dan diamalkan.

Laporan: Daffa Andarifka Syaifullah

RADARDEPOK.COM, Lelaki berusia 23 tahun mengenakan kemeja biru dengan celana abu-abu baru saja tiba di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Bahrul Fikri, Jalan Kecak III, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya. Setelah mengunci stang motornya, dia bergegas menuju ruang guru.

Dengan sebuah laptop, dia mengakses aplikasi Zoom. Maklum, sosok Mus selain sebagai Ketua Al-Baari Foundation, dia juga menjadi seorang guru pada mata pelajaran tahfidz kelas 5 disana.

Meskipun, orang tuanya memiliki sebuah sekolah, dirinya tak mau merepotkan dan ingin mandiri dan berusaha dengan usahanya sendiri. Pelajaran pun dimulai, sebanyak 32 anak di mengikuti kelas hafalan Alquran ini, nampak satu-persatu dari mereka mulai menyetor hafalannya.

Keluguan anak-anak terlihat dari dalam layar kaca. Raut wajah ceria dipancarkan salah satu anak saat berhasil menghafal dengan baik dan benar. Sebaliknya dengan yang belum menghafal dengan baik, wajah gugup dan mata melihat kesana kemari sambil terbata-bata. Namun, Musyaffa terus membimbing mereka dengan sabar.

“Kebetulan orang tua juga punya sekolah. Tapi saya mengajar di sekolah orang lain. Alhamdulillah bekal ilmu diperoleh sejak masih duduk di bangku sekolah,” ujarnya di sela-sela kesibukannya.

Jauh sebelum dirinya menjadi relawan, rupanya Mus pernah merasakan menjadi santri di salah satu pondok pesantren. Dari jenjang SD hingga SMA, dan mulai konsisten menghafal Alquran sejak masuk SMP.

“Waktu itu mulai hafalan di SMP, dari juz 30, 29, 28, 27 sampai seterusnya. Saya juga ikut program Supermanzil atau mempercepat hafalan Alquran selama tujuh bulan sampai bisa menghafal seluruhnya,” bebernya.

Sejumlah lomba pun pernah dia ikuti dengan hasil yang cukup memuaskan, salah satunya lomba yang diadakan Brimob Depok.Tak puas sampai disana, Mus turut mengikuti program Mutqin atau melancarkan hafalan. Baginya, menjadi seorang penghafal Quran bukan hanya bermanfaat bagi diri sendiri saja, tetapi harus mengamalkan sehingga ada manfaat untuk orang lain.

“Kenapa sampai sekarang saya masih mengajar Tahfidz? Sesuai Hadist Rasulullah SAW diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang artinya “Sebaik-baik kalian adalah siapa yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya.” Maka dari itu, saya ingin menjadi umat yang terbaik dan mengajak orang lain menjadi umat yang terbaik pula,” tutupnya. (*)

Editor : Junior Williandro