korban depok kebakaran
MUSIBAH LAPAS : Wayan, ayah dari salah satu korban Lapas I Tangerang, I Wayan Tirta yang berdomisili di Jalan Tiga Putra RT3/4 Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, saat menjelaskan kejadian yang menimpa sang anak. FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Raut wajah Wayan lusu. Pakaian yang dikenakan pun robek dibagian tengahnya. Pria paruh baya berkaos putih itu ayah kandung dari I Wayan Tirta warga Depok, yang terbakar bersama 41 nara pidana (Napi) di Lapas I Tangerang, Rabu (8/9) dini hari. Duka mendalam dirasakan Wayan. Anaknya pertamanya itu, sudah dipastikan kurang dalam waktu enam bulan akan menghirup udara segar alias bebas dari Lapas.

“Iya dia (almarhum, I Wayan Tirta) Maret tahun depan mau bebas. Eh, tapi kena musibah,” ungkap Ayah Almarhum I Wayan Tirta, Wayan kepada Harian Radar Depok, Kamis (9/9).

Di depan gerbang berkelir cokelat di Jalan Tiga Putra RT3/4, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo Kota Depok. Wayan yang hanya di depan gerbang, tidak bisa memberikan informasi terlalu dalam. Dengan nada yang sedu sedan Wayan menyebut, almarhum adalah anak pertamanya. Sebelum kejadian, tidak ada pesan yang aneh, semua komunikasi berjalan seperti biasanya.

Bahkan, lanjut Wayan, beberapa saat sebelum kejadian. Almarhum menelpon dengan sang ayah dan video call keluarganya, yang memang satu rumah dengan Wayan.

“Tidak ada firasat apapun. Beberapa waktu sebelum kejadian kami masih telponan, almarhum juga video call anaknya. Memang kita tinggal satu rumah,” ungkapnya di depan gerbang.

Wayan mengatakan, saat ini almarhum telah dibawa ke rumah sakit untuk identifikasi, seperti cek DNA. Pihak keluarga disuruh menanti hingga lima hari ke depan. Sehingga tidak dapat memberi keterangan mendalam.

Ia pun enggan ketika dikonfirmasikan terkit perkara sang anak yang mendekam di Lapas I Tangerang. Pria paru baya tersebut justru mengalihkan pada pembicaraan lain dan beranjak kedalam rumah.

MONITORING : Rutan Kelas I Depok adakan monitoring instalasi listrik di blok hunian, Kamis (9/9). IST

Sementara, akibat adanya kebakaran di Lapas 1 Tanggerang beberapa hari lalu, membuat Rutan Kelas I Depok mengantisipasi adanya gangguan dengan melakukan monitoring serta menyisir seluruh area blok hunian khususnya tentang kerapihan instalasi listrik.

Plt Kepala Rutan Kelas I Depok, Muhamad Irvan Muayat menyebut, antisipasi berbagai gangguan menjadi tanggung jawab semua pihak. Karena, tindakan preventif dapat diminimalisir dengan melakukan maintenance serta pengawasan secara rutin. “Konsistensi menjadi modal dasar yang harus dimiliki untuk bisa secara optimal mencegah berbagai hal yang tak diinginkan,” ucapnya kepada Harian Radar Depok, Kamis (9/9).

Belajar dari berbagai pengalaman yang terjadi, pagi ini seluruh pegawai Rutan Kelas I Depok mengikuti Apel Siaga Pegawai. Apel ini bertujuan sebagai penguatan terhadap optimalisasi kecakapan, dan ketelitian kinerja dalam pelaksanaan tugas dan fungsi dilapangan.

“Beberapa hari yang lalu, saudara kita, rekan kita sedang tertimpa musibah. Melihat kejadian ini, mari kita lebih optimal menjaga keamanan dan ketertiban, bukan saja memantau kondisi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Melainkan periksa secara teliti dan maksimal kondisi sarana dan prasarana, periksa instalasi listrik serta berbagai hal yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” jelasnya.

Dia menyebut, setelah apel dilanjutkan dengan monitoring serta menyisir seluruh area blok hunian khususnya tentang kerapihan instalasi listrik. “Kegiatan maintenance ini akan terus kami dilakukan secara rutin demi mencegah terjadinya potensi kebakaran di rutan,” tuturnya.

Baginya, instalasi listrik di blok hunian merupakan tanggung jawab bukan hanya saja petugas melainkan WBP. Selain itu, petugas juga melakukan sosialisasi kepada seluruh WBP tentang bahaya dari konsleting listrik. “Maka diharapkan semua wajib memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan sekitar serta berperan aktif ketika ada hal-hal yang menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban,” tandasnya.(tul/arn/rd)

Jurnalis : Lutviatul Fauziah, Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar