ayah wayan nyoman
MUSIBAH LAPAS : Nyoman, ayah dari salah satu korban Lapas I Tangerang, I Wayan Tirta yang berdomisili di Jalan Tiga Putra RT3/4 Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, saat menjelaskan kejadian yang menimpa sang anak. FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Dalam waktu empat hari korban Lapas I Tangerang I Wayan Tirta Utama asal Kota Depok, teridentifikasi Senin (13/9). Pria berusia 26 tahun ini yang tinggal di Jalan Tiga Putra Kelurahan Meruyung, Limo langsung di kremasi pada pukul 10:00 WIB di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Orang tua I Wayan, Nyoman Sami mengatakan, jenazah anaknya sudah di kremasi di Tanjung Priok. Keluarga tidak mengikuti upacara kremasi, lantaran Covid-19 dan juga terdapat salah satu keluarga yang meninggal. “Kita keluarga tidak ikut acara kremasi karena covid-19, dan juga baru 40 harian ibunya yang meninggal karena covid-19,” tegasnya kepada Harian Radar Depok, Senin (13/9).

Sebelum kejadian lapas terbakar. Nyoman menjelaskan, Wayan sempat melakukan video call pada pukul 22:00 WIB, pada saat esok harinya dia melihat pemberitaan terkait kebakaran di Lapas Tangerang. Nyoman juga menyebut saat ini istri dari I Wayan masih dalam keadaan shock dikarenakan masih tidak percaya sang suami menjadi korban dalam kebakaran Lapas. “Keadaan istirnya pun sampai saat ini masih shock lantaran masih tidak percaya dengan kejadian ini,” ujarnya singkat.

Terpisah, Tim DVI Mabes Polri kembali berhasil mengidentifikasi korban Lapas I Tangerang yang berasal dari Depok, dengan nomor PM0030. Hal ini disampaikan langsung Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di RS Bhayangkara Polri, Senin (13/9).

“Jenazah dengan nomor PMOO30 terindentifikasi atas nama I Wayan Tirta Utama Bin Nyoman Sami, Jenis kelamin pria dan berusia 26 tahun,” terangnya saat menggelar konfrensi pers.

Dia melanjutkan, jenazah tersebut terindetifikasi melalui DNA dan medis dari keluarga, yang beralamat di Jalan Tiga Putra, Kecamatan Limo, Kota Depok. Dengan begitu, total jenazah yang berhasil diidentifikasi kepolisian mencapai 18 orang, dan sisa 23 orang yang belum teridentifikasi. “Tim terus bekerja, semoga besok atau lusa seluruh jenazah telah berhasil diidentifikasi,” kata Ramadhan.(arn/cr1/rd)

Jurnalis : Ivanna Yustiani, Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar