PEDULI : Dosen dan mahasiswa Teknik Sipil Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) mengadakan pengabdian masyarakat berupa renovasi Yayasan Riyadul Falah. IST

RADARDEPOK.COM – Gabungan dosen dan mahasiswa Teknik Sipil Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) mengadakan pengabdian masyarakat berupa renovasi bangunan yang mengalami gagal konstruksi. Hal tersebut didasari oleh salah satu Tridharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat.

Kegagalan konstruksi pada bangunan ruang kelas di Yayasan Riyadul Falah, dapat membahayakan para siswa yang akan belajar di ruang tersebut. Kegagalan konstruksi berupa, lendutan yang terjadi pada balok utama bangunan tersebut. Hal ini dikarenakan kurangnya kolom atau tiang penyangga dan buruknya kualitas beton yang digunakan.

Tujuan perbaikan bangunan ini adalah agar yayasan bisa memperoleh Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk sekolah menengah. Yayasan Riyadul Falah sedang mengembangkan yayasannya di bidang Pendidikan.

Yayasan ini mengalami kendala di perizinan bangunan karena bangunan yang telah dibuat tidak memenuhi standar. Oleh karena itu,pihak PNJ ingin membantu agar bangunan yang sudah dibangun dapat memenuhi standar dan tidak berbahaya bagi para siswa dan staff pengajar.

Respon pengurus yayasan dan staff-staff pengajar sangat baik, terutama ketua Yayasan dan kepala sekolah tingkat SMP. H. Asep Sopyan menjelaskan, pihaknya berharap kerja sama yang dilakukan dapat berkembang hingga pembangunan lantai 2 gedung tersebut.

“Terimakasih atas respon PNJ yang cepat dalam menangani proyek bangunan gagal ini. Saya berharap kerja sama ini dapat berlanjut untuk pembangunan tingkat 2,” ucap ketua Yayasan Riyadul Falah.

Sementara, Kepala Sekolah SMP Yayasa  Riyadul Falah, Lusi Nurjanah juga mengungkapkan bahwa ia sangat senang akan adanya bantuan dari PNJ dalam renovasi ruang kelas yang nyaris ambruk. Ia juga berharap agar kerja sama antara PNJ dengan Yayasan Riyadul Falah dapat berlangsung terus menerus.

“Saya sangat senang karena anak didik saya dapat memperoleh ruang kelas yang wajar dan aman,saya berharap kerja sama ini tidak terputus sampai proyek ini. Semoga bisa ada kerja sama untuk mendirikan lantai 2 ruang kelas tersebut,” terangnya.

Secara keseluruhan, renovasi ini menghabiskan waktu sekitar 2 minggu karena sulitnya mobilitas ke area yayasan. Proses penggalian lahan untuk pondasi sebelumnya telah dilaksanakan pada Senin (30/8) dan dilanjutkan dengan proses pengecoran pondasi pada Rabu (1/9). Pada minggu berikutnya, dilakukan pemasangan kolom baja dan balok baja di Selasa (7/9).

Proyek tersebut mengalami kendala mobilitas dari pabrik yang terletak di Bekasi menuju Bogor. Hal tersebut menyebabkan bertambahnya hari kerja hingga tanggal 8 Septmber 2021. Selain kendala mobilitas, kapasitas listrik juga menjadi alasan bertambahnya waktu pengerjaan proyek. Listrik yang tersedia tidak cukup besar untuk digunakan dalam pengerjaan proyek yang dakam pekerjaannnya menggunakan las listrik dan gerinda,sehingga para pekerja harus memutar otak untuk mendapatkan sumber listrik yang cukup. (tul/rd)

Jurnalis : Lutviatul Fauziah

Editor : Fahmi Akbar