kebakaran pabrik karung
HANGUS : CV. Pakar Plasindo di Jalan Raya Pekapuran RT 1/3 Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos terbakar. FOTO : LULU/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Pabrik karung milik CV Pakar Plasindo hangus dilalap si jago merah, Jumat (10/9) siang. Kegagalan instalasi listrik kuat dugaan membuat pabrik di Jalan Raya Pekapuran, Gang Dongkal RT 1/3 Kelurahan Sukatani, Tapos Kota Depok terbakar. Sebelum hangus, suara ledakan terdengar santer berkali-kali di dalam pabrik. Akibatnya, pabrik mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.

Warga sekitar yang tinggal persis di samping pabrik, Agung mengaku, kaget mendengar suara dentuman dari dalam pabrik berkali-kali. Awalnya terdengar ada suara ledakan dari drum-drum  tiner di dalam gudang. “Setelah saya melihat keluar ternyata api sudah membesar,” ucapnya kepada Harian Radar Depok, Jumat (10/9).

Setelah itu warga sekitar langsung keluar dan berusaha memadamkan api agar tidak menyambar ke pemukiman warga. Karena memang ini jaraknya sangat dekat dengan pemukiman warga, sehingga warga juga merasa khawatir dan menyelamatkan diri. “Tetapi alahmdulillah api cepat ditangani,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Tessy Haryati menjelaskan, berawal dari pukul 10:00 WIB yang diketahui kepala percetakan yang bernama Endang (42), yang mendengar suara alarm berbunyi. “Jadi disini sistem safety berfungsi, alarm berbunyi saat api sudah besar. Pertama terjadi di gudang tiner kemudian merambat ke gudang percetakan,” jelasnya.

Akibatnya, ada 6 unit mesin percetakan yang berukuran 10 hingga 15 meter habis terbakar, beserta dengan bahan baku yang ada di lokasi. Karena memang kondisinya material di dalam adalah barang-barang yang mudah terbakar. Sehingga api dengan cepat menyebar dan memerlukan waktu untuk memadamkannya.

“Bahan yang terbakar itu, tiner, plastik dan sejenisnya. Sehingga, agak lama. Namun, anggota Damkar Depok dan Bogor berhasil menyelamatkan aset puluhan milliar, karena banyak biji plastik berhasil diselamatkan,” jelasnya.

Luas area yang terbakar diperkirakan, 800 sampai 1.000 meter. Saat kejadian seluruh karyawan berhasil di selamatkan. Dan beruntungnya, api tidak merambat ke pemukiman warga.

Sementara, Kabid Operasional Damkar Kota Depok, Welman Naipospos mengungkapkan, diperkirakan kerugian mencapai milliaran. Karena ada enam unit mesin percetakan yang ikut terbakar.

“Kami mengerahkan kurang lebih 70 anggota, dan 12 mobil pemadam yang terdiri dari UPT Tapos 2 unit, Cimanggis 2 unit, merdeka 1 unit, pos Walikota 1 unit, mako 3 unit, Bojongsari 1 unit, Cipayung 1 unit, bogor 1 unit, dan dibantu juga watercanon dari pihak kepolisian,” terangnya.

Welman menjelaskan, terhitung di tahun 2020 ada 123 kasus kebakaran yang terjadi di Kota Depok. Sedangkan di 2021, hingga Agustus tercatat ada 78 kejadian.  “Terlebih saat musim kemarau seperti saat ini memang sering terjadi peningkatan kasus.Bukan kebakaran besar, tetapi kebakaran kecil, seperti akibat pembakaran sampah, penebangan pohon dan kegagalan instalasi listrik,” ujarnya.

Dia meminta kepada masyarakat, agar tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan, menebang pohon kemudian dibakar agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saar memasuki musim kemarau.

“Yang perlu diperhatikan juga yaitu instalasi listrik yang perlu dilakukan pengecekan secara berkala, baik di rumah, perkantoran ataupun gudang besar seperti sekarang ini,” tandasnya. (tul/rd)

Jurnalis : Lutviatul Fauziah

Editor : Fahmi Akbar