sidang kasus babi ngepet
DIPERIKSA: Terdakwa kasus babi ngepet yang viral dan meresahkan warga, saat dimintai keterangan oleh Jaksa Penuntut Umum di Kantor Kejaksaan Negeri Depok. FOTO: ARNET KELMANUTU/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK — Pengadilan Negeri Depok memastikan telah siap menggelar sidang perdana pada terdakwa perkara pidana menyiarkan kebohongan, dengan sengaja mengenai babi ngepet atau babi pesugihan yang menimbulkan keresahan di masyarakat, akhirnya siap disidangkan di PN Depok. Hal itu disampaikan Humas PN Depok, Ahmad Fadil, Kamis (9/9).

“Perkara dengan terdakwa Adam Ibrahim sudah ditetapkan pada Rabu 8 September 2021 lalu, dengan Nomor Perkara 314/Pid.Sus/PN Dpk/2021,” kata Fadil  kepada Radar Depok.

Ia mengatakan, sidang pertama akan berlangsung 14 september mendatang. Dengan Ketua Majelis Hakjm M Iqbal Hutabarat, Yuanne Marrieta dan Darmo Wibowo Mohammad. Ditambahkannya, Kejadian ini berawal saat Terdakwa Adam Ibrahim Alias Adam pada Selasa 27 April 2021 sekira pukul 10.30 WIB bertempat di Jalan Masjid Syamsul Iman RT02/RW04 Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, dituduhkan telah menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan masyarakat.

Perlu diketahui bahwa Terdakwa Adam Ibrahim (44) dijerat dengan Dakwaan Alternatif, yaitu Ke satu, perbuatan Terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 14 Ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau Kedua, Pasal 14 Ayat (2) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, oleh oleh Jaksa Penuntut Umum.

Sebelumnya, Polres Metro Depok telah menyerahkan tersangka ke Kejaksaan Negeri Depok beserta barang buktinya.

“Hari ini Kejaksaan Negeri Depok telah menerima penyerahan tersangka dan barang bukti atas nama tersangka Adam Ibrahim alias Adam bin Haji Luki,” ujar Kasie Intel Kejaksaan Negeri Depok, Herlangga Wisnu beberapa waktu lalu.

Dilanjutkannya, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka kemudian penelitian mengenai barang bukti maka tersangka selanjutnya akan dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan oleh Jaksa Penuntut Umum.

“Penahanan selama 20 hari ke depan terhitung mulai hari ini hingga tanggal 14 September 2021, hingga akhirnya Jaksa Penuntut Umum harus melimpahkan perkara dan surat dakwaannya kepada pengadilan Negeri Depok untuk selanjutnya dilakukan persidangan,” tutup Herlangga. (rd/arn)

 

Jurnalis: Arnet Kelmanutu

Editor: M. Agung HR