pelatihan pemandu wisata depok
SEMANGAT : Kepala Disporyata Kota Depok, Dadan Rustandi, saat membuka acara "Pengembangan Kompetensi SDM Pariwisata dan ekonomi Kreatif" di Chevilly Resort & Camp, Bogor, Jumat (17/9).

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok menggelar Pelatihan Tour Guide (Pemandu Wisata) bertajuk ‘Pengembangan Kompetensi SDM Pariwisata dan ekonomi Kreatif’, di Chevilly Resort & Camp, Bogor.

Langkah ini Guna menambah wawasan serta pendidikan yang mendukung kemampuan memandu wisatawan.

Kepala Disporyata Kota Depok, Dadan Rustandi mengatakan pihaknya mendorong untuk meningkatkan kualitas pemandu wisata atau tour guide. Karena, tour guide merupakan salah satu ujung tombak dari kepariwisataan Indonesia.

“Jika apa yang disampaikan oleh tour guide tidak benar atau membuat wisatawan bosan bahkan jengkel, maka bisa-bisa destinasi tersebut akan mendapat citra buruk dari para wisatawan. Ini yang tidak kita inginkan, mereka haruslah memiliki wawasan serta pendidikan yang mendukung kemampuan memandu pelancong,” ujarnya kepada Radar Depok, Minggu (19/9).

Dadan menerangkan, setiap kegiatan perjalanan wisata, wajib menggunakan jasa tour guide. Pelaku bisnis tour travel hendaknya menggunakan jasa dari tour guide yang telah tersertifikasi.

“Hal ini dikarenakan tour guide menjadi representasi pihak pelaku bisnis yang selalu bertatap muka dengan wisatawan sehingga baik dan buruknya suatu perjalanan wisata ada ditangan seorang pramuwisata,” terangnya.

Lebih lanjut, beber dia, seorang tour guide tidak hanya dituntut untuk menyampaikan penjelasan mengenai suatu destinasi secara menyenangkan. Namun, juga harus menguasai cara memandu serta standar dalam pemanduan wisatawan agar pengalaman yang dirasakan oleh wisatawan dapat lebih maksimal.

“Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk terlebih dahulu mengikuti pendidikan tour guide baik dalam institusi pendidikan tinggi seperti di perguruan tinggi Jurusan Usaha Perjalanan Wisata maupun lembaga pelatihan tour guide seperti Himpunan Pramuwisata Indonesia,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan dan Pengembangan Kepariwisataan Disporyata Kota Depok, Tatik Wijayati menuturkan sebanyak 40 peserta yang terdiri dari pemilik travel se-Kota Depok, Abang dan Mpok Depok, Generasi Pesona Indonesia (GenPi) dan Pokdarwis diberikan materi menjadi tour guide profesional. Terdapat lima hal yang perlu diperhatikan.

Pertama, Tour Guide harus menentukan wilayah kerjanya hal ini dimaksudkan karena Tour guide memiliki spesialisasi dan lisensi pada suatu wilayah kerja yang terbatas pada geografis tertentu saja. Kedua, mengikuti Pendidikan Pariwisata.

Kemudian, ketiga yaitu mempelajari secara detail suatu destinasi wisata serta penting juga untuk menguasai bahasa daerah dari suatu destinasi wisata. Keempat, mengikuti program Escorting atau praktik kerja lapangan di bidang pariwisata yang terdiri dari tiga tahapan.

“Terakhir, mendapatkan lisensi sebagai Tour Guide pada Badan Nasional Sertifikasi Profesi yang sedang dilaksankan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata. Lisensi ini menjadi identitas yang menujukkan bahwa anda seorang tour guide profesional,” tandasnya. (rd/daf)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Junior Williandro