lanjutan manusia silver
PENANGANAN MANUSIA SILVER : Segerombolan Manusia Silver saat baru keluar dari sarangnya untuk beraktifitas, di Lampu Merah Jalan Arif Rahman Hakim, Kecamatan Pancoranmas. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Penanganan manusia silver di Kota Depok Harus keroyokan. Lintas dinas. Supaya hasilnya lebih maksimal.

Kepala Bidang Rehabilitasi Dinas Sosial Kota Depok, Nita Ita Hernita menerangkan, upaya penanganan selalu dilakukan bersama dengan Satpol PP. Seperti penindakan yang dilakukan dan nanti akan ditindak lanjut ke Dinas Sosial.

“OPD yang menangani ini hanya Dinsos dan Satpol PP, ini akan efektif jika dilakukan lintas Dinas, sesuai dengan desk nya masing masing,” ungkapnya kepada Radar Depok, Rabu (29/09).

Ia melanjutkan, assesment pendampingan sudah dilakukan berkali kali, kadang orangnya sering ditangkap tapi nanti keluarganya ambil ke Dinsos melalui Rumah Perlindungan Sosial (RPS) Beji tapi kembali berkeliaran menjadi manusia silver.

“Memang orangnya yang nekat. Kita sudah tangkap dan bawa ke RPS tapi nanti setelah diambil keluarga, kembali jadi manusia silver lagi. Memang yang tepat harus ada oemberdayaan dan pelatiha lintas dinas sesuai dengan kemampuan mereka biar tersalurkan,” beber Nita.

Bidang Rehabilasi selalu memberikan edukasi soal bahaya dari serbuk silver tersebut, sekaligus dapat merubah image mereka sebagai pengemis dengan berkedok manusia silver, yang berdampak menggangu ketertiban dan keindahan Kota Depok.

Menurutnya, pihak keluarga juga memiliki andil penting dalam mencegah keberadaan manusia silver, sebab bimbingan dari keluarga menjadi kunci penting. Hal ini yang akan membuat Dinsos akan berupaya menyentuh keluarga agar tujuan edukasi berhasil sampai orang yang bersangkutan melalui keluarga.

“Anak kecil juga dieksploitasi oleh orang tua, sepertinya. Pasti keluarga tahu apa yang dilakukan anaknya,” kata Nita.

Dari pantauan lapangan yang dilakukan Radar Depok, keberadaan Manusia Silver hanya terletak di kawasan perbatasan antara Depok dan Kota tetangga lainya, di wilayah Cikaret yang menjadi perbatasan Depok dan Bogor, tepatnya di Jalan Alfalah Raya. Selanjutnya informasi yang didapat terdapat di kawasan perbatasan Depok dan Tangerang Selatan. Hanya beberapa orang yang bermukim di pusat Kota Depok seperti di kawasan Terminal Depok permukiman penduduk sekolah master.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Kota Depok, H Tajudin Tabri menambahkan, telah membawa pembahasan ini ke seluruh fraksi serta pemerintah, sebab hal ini terhadi di Kota Layak Anak. Seharusnya permasalahan sosial tersebut bisa tertangani sesuai dengan tujuan mulia Kota ini.

“Pernah kami bawa ke pembahasan bersama pemerintah. Ini harus benar-benar ditangani serius. Jadi bukan sekedar tagline namun lebih pada realisasi. Tapi kenyataan di lapangan banyak kita jumpai manusia silver,” tandas yang juga Anggota Komisi D tersebut. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro