urukan tanah di sawangan
DIURUK : Suasana pengurukan tanah di RT3/2, sebelum disetop DPMPTSP. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, SAWANGAN – Pemilik lahan dan pengembang proyek pengurukan lahan di RT3/2, Kelurahan Sawangan, Kecamatan Sawangan, mangkir dari panggilan Dinas Perizinan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( DPMPTSP) Kota Depok. 

Kabid Wasdu DPMPTSP Kota Depok, Suryana Yusuf mengatakan, sedianya pemilik lahan dan pengembang dipanggil pada Rabu (22/09). Namun, sampai hari ini (23/09), tidak satupun perwakilan dari pihak pengembang yang datang.

“Tidak ada yang datang sama sekali sampai sekarang,” kata Suryana, Kamis (23/09). 

Dia mengungkapkan, pihaknya sudah melayangkan surat peringatan ke 1 (SP1) pada Selasa (21/09). Jika sampai lima hari ke depan pihak pengembang maupun pemilik lahan tidak juga datang, DPMPTSP akan melayangkan SP2. 

“SP1 itu berlaku tujuh hari, kalau tidak datang juga, maka akan lanjut ke SP2 dan sampai SP3,” bebernya. 

Sementara itu, Informan Radar Depok yang tinggal di Komplek Mutiara Sawangan, RT5/2, Kelurahan Sawangan, mengatakan jika kegiatan pengurukan tanah di RT3/2 sudah berhenti sejak Selasa (21/09). Tidak hanya berhenti, hilir mudik truk pengangkut tanah juga sudah tidak lagi melintas di jalan komplek mereka. Bahkan, alat berat yang ada di lahan urukan sudah tidak lagi berada di sana. 

“Saya lihat excavator yang dipakai untuk menguruk tanah udah tidak ada di lokasi urukan,” pungkasnya. (rd/dra)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Pebri Mulya