pembuatan sabun dari kampus
Program Studi Magister Terapan Rekayasa Teknologi Manufaktur-Politeknik negeri Jakarta Pengmas di Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Senin (13/09).

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Magister Terapan Rekayasa Teknologi Manufaktur-Politeknik negeri Jakarta pengabdian kepada masyarakat (Pengmas) di Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Senin (13/09).

Tema dalam kegiatan tersebut, “Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Pakaian dan Sabun Cuci Tangan untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Pasca Pandemi COVID-19 di Kelurahan Jatimulya Cilodong-Depok”.

Kepala Program Studi Magister Terapan Rekayasa Teknologi Manufaktur-Politeknik Negeri Jakarta, Belyamin mengatakan, kebersihan tangan dan pakaian merupakan salah satu kunci dalam mencegah penularan virus Korona (Covid-19).

Hal tersebut tentunya akan meningkatkan pemakaian sabun, terutama sabun cuci tangan dan diterjen pakaian. Terkait kebutuhan sabun yang meningkat untuk kebersihan perlu alokasi biaya sabun dan diterjen. Sedangkan, dimasa pandemi ini banyak sektor usaha yang terpukul sehingga menyebabkan penghematan harus terus dilakukan. 

“Kebutuhan sabun untuk kebersihan tangan dan pakaian, serta keadaan ekonomi yang harus dihemat dalam kondisi pandemi menjadi latar belakang pelaksanaan, yang dilakukan oleh,” ucap Belyamin yang juga menjadi ketua pelaksana kegiatan tersebut.

Pelatihan berlangsung secara offline dan online. Adapun peserta offline yang dihadiri oleh ibu-ibu PKK menjalankan protokol kesehatan (prokes) yang ketat saat pelatihan. Pelaksanaan pelatihan diawali dengan perkenalan alat serta bahan dan kegunaan bahan dalam proses pembuatan sabun, dilanjutkan dengan penjelasan proses pembuatan sabun. Pelatihan dilanjutkan dengan praktek langsung pembuatan sabun dengan cara membagi peserta akan menjadi dua tim, dengan tim 1 membuat sabun cuci tangan dan tim 2 membuat deterjen baju.

Belyamin berharap, pelatihan ini dapat diterapkan oleh ibu-ibu, mudah-mudahan  bisa membantu ekonomi keluarga, serta dapat meningkatkan kecintaan untuk mencintai produk sabun dalam negeri, dan tidak tergantung pada produk luar. Syukur-syukur kalau bisa ikut mencetus tumbuhnya UMKM.

“Pelaksanaan berlangsung tertib dengan penuh antusias dari para peserta,” tuturnya.

Tanggapan positif pun diberikan para peserta, salah satunya Novi yang mengaku mendapatkan ilmu baru yang bisa bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

“Sangat bermanfaat, diharapkan dengan pelatihan ini  dapat menghemat pengeluaran beli sabun,  harapannya ilmunya bisa disebarkan kemasyarakat agar masyarakat juga terbantu bila ingin berbisnis dengan sabun,” tuturnya. (rd)

 

Jurnalis/Editor : Pebri Mulya