webinar ui
DISKUSI VIRUTAL : Peserta webinar DKH sedang mengikuti diskusi virtual. ist

RADARDEPOK.COM, BEJI – Pembelajaran mengenai dasar kedokteran herbal dipandang penting karena Indonesia merupakan negara yang kaya sumber daya alam hayati, dan tanaman yang ada di Indonesia ini sudah sejak lama digunakan leluhur dalam dunia kesehatan.

Obat herbal tradisional yang memiliki bukti dukung empiris, yaitu jamu, telah digunakan masyarakat Indonesia secara turun temurun untuk mencegah, menyembuhkan, dan meringankan penyakit.

Ketua Modul Dasar Kedokteran Herbal, Departemen Ilmu Farmasi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Rani Wardani Hakim mengatakan, Pemerintah telah mencanangkan jamu sebagai brand Indonesia, serta terus mengupayakan perkembangan jamu.

Kementerian kesehatan juga memperluas cakupan pelayanan pengobatan tradisional ke pelayanan kesehatan formal, yaitu melalui program Saintifikasi Jamu,” kata Rani Wardani, Minggu (5/9).

Dalam perkembangannya, ucap Rani, jamu dapat dikembangkan menjadi obat herbal terstandar (OHT) jika dilengkapi bukti data nonklinik dan fitofarmaka jika dilengkapi data klinik. Di lain pihak, penggunaan obat herbal dan penelitian penemuan obat baru dari herbal (terutama terkait COVID-19) di masyarakat semakin meningkat pada masa pandemi ini.

Tentunya pengetahuan mengenai dasar kedokteran herbal menjadi salah satu topik yang relevan untuk dipelajari tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas di pelayanan kesehatan primer, seluruh peneliti untuk menemukan obat baru dari herbal ataupun untuk masyarakt awam agar dapat memanfaatkan herbal dalam kehidupan sehari-hari secara rasional,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, berdasarkan latar belakang tersebut, Departemen Ilmu Farmasi Kedokteran (FKUI) bekerjasama dengan Institute of Medical Education and Research in Indonesia (IMERI) mengadakan On line Course IMERI (OCI) Dasar Kedokteran Herbal (DKH) pada tanggal 26 Juli-8 September 2021 yang terbuka untuk umum dengan latar belakang dibidang kesehatan dan non kesehatan.

Kegiatan Online Course ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat mengenai pengolahan dan pemanfaatan herbal secara tepat dan rasional. Selain itu, kegiatan ini dilakukan dengan tujuan melestarikan herbal Indonesia agar menjadi tuan di rumahnya sendiri,” ujarnya

Lebih lanjut, terang dia, kegiatan diselenggarakan di platform web OCI IMERI yang meliputi kuliah interaktif, journal reading, diskusi dan praktikum secara daring. Selain mendapatkan pengalaman belajar herbal dari narasumber ahlinya, seluruh peserta juga mendapatkan pengalaman baru belajar secara daring di platform web OCI IMERI yang bisa diatur secara mandiri. Hal ini sesuai dengan Konsep Kampus Merdeka yang dicanangkan oleh Mendiknas.

Sebelum pelaksanaan, kegiatan ini dipromosikan melalui platform media sosial Whatsapp dan Instragram, serta mendaptkan tanggapan masyarakat yang sangat baik sekali. Para peserta yang berjumlah 46 orang datang dari berbagai latar belakang profesi termasuk diantaranya dokter, apoteker, guru, praktisi herbal, ibu rumah tangga dan lainnya,” terangnya.

Pada pelaksanaan kegiatan ini, peserta mengikuti kegiatan dengan sangat antusias dari awal sampai akhir, serta banyak mengajukan pertanyaan kepada narasumber setiap kali dibuka sesi tanya jawab di platform OCI IMERI DKH. Selain kegiatan pembelajaran harian, Online Course DKH ini mengadakan tiga kali webinar yang mendatangkan praktisi herbal dari industri, lembaga pemerintahan dan organisasi profesi herbal.

Narasumber dari industri diwakili staf PT Martha Tilaar Erna Subroto, dan Heru D. Wardhana, sementara dari lembaga pemerintahan diwakili dr. Agus Triyono, yang merupakan peneliti dan dokter di Rumah Sakit Jamu Hortus Medicus, B2T2TOOT, Tawangmangu Solo. Lalu dr. Slamet Sudi Santos, hadir sebagai narasumber mewakili Pekumpulam Displin Herbal Medik Indonesia,” imbuhnya.

Dia menambahkan, kegiatan webinar diikuti peserta Online Course OCI DKH dan dapat diikuti nonpeserta yang telah melakukan registrasi. Kegiatan webinar terdiri atas paparan materi dari narasumber praktisi kemudian ditutup dengan menguji pemahaman peserta melalui kuis Kahoot; peserta yang beruntung mendapatkan hadiah souvenir yang menarik.

Tim narasumber OCI IMERI DKH kali ini adalah adalah staf dosen dari FKUI yang terdiri dari Rani Wardani, Ketua Modul OCI IMERI DKH M.Biomed, Ketua Departemen Farmasi Kedokteran FKUI Desak Gede Budi, Wilzar Fachri, dr. Adisti Dwijayanti, M.Biomed, dr. Siti Farida, Prof. dr. Erni Purwaningsih, serta dibantu Rizky Clarinta, Refita Kusumaputri, dan Emi Lestari.

Kedepannya, kegiatan ini akan diadakan secara regular setiap tahun dan dapat diikuti oleh masyarakat umum yang tertarik mempelajari herbal secara menyeluruh,” tukasnya.

Sementara itu, salah seorang peserta webinar, dr. Ronald Winardi Kartika, menyebutkan materi pelatihan sangat menarik dan baru kali ini belajar herbal secara mterstruktur langsung dari ahlinya.

Sangat berterima kasih karena dengan mengikuti kegiatan ini saya mendapatkan kesempatan untuk mendalami metode kesehatan herbal,” pungaksnya. (rd/dra)

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Junior Williandro