MANFAAT : Tangkapan Layar saat Webinar PKM FK UPN Veteran Jakarta dengan 46 Pelaku UMKM, Minggu (12/09). FOTO : ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta  mengadakan sosialisasi terkait Pengetahuan Gizi dan Keamanan Pangan bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Sektor Makanan dalam rangka memperkuat ketahanan keluarga di masa pandemi.

Tim pengabdian tersebut terdiri dari para dosen, yaitu dr. Hikmah Muktammiroh, MMedEd, SpKKLP selaku ketua tim pengabdian masyarakat, dr Agneta Irmarahayu, MPdKed, SpKKLP, dr. Yuni Setyaningsih, MBiomed, SpKKLP, dr. Bintang Bayu Aryandi serta mahasiswa semester 7, yaitu Alfira Rachmawati, Hany Reina Natasya dan Romadhonal Qodarul Akbar.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, dr. Hikmah Muktamiroh, MPdKed, SpKKLP mengatakan, agenda ini untuk peningkatan pengetahuan gizi dan keamanan pangan bagi pelaku usaha kecil dan menengah sektor makanan. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari kegiatan sinkronous dan asinkronous. Kegiatan sinkronous berupa webinar pada Minggu (12/09) mulai pukul 16.00 WIB sampai selesai.

“Sedangkan kegiatan asinkronous berupa penyampaian materi dan tanya jawab melalui WhatsApp Group yang masih berlangsung hingga saat ini,” tutur Hikmah kepada Radar Depok.

PKM kali ini diikuti 46 pelaku UKM yang berdomisili di wilayah RW 11 Grogol, Rawa Kalong Grogol, Krukut, Kukusan dan Tanah Baru Depok, di mana dr. Agneta Irmarahayu, MPdKed, SpKKLP yang memaparkan ‘Gizi di Masa Pandemi’, kemudian dr. Hikmah Muktamiroh, MPdKed, SpKKLP dengan materi ‘Keamanan Pangan’, kemudian, dr. Yuni Setyaningsih, MBiomed, SpKKLP tentang ‘Food Poisoning’, dengan moderator dr. Bintang Bayu Aryandi.

Pada materi pertama tentang Gizi di Masa Pandemi disampaikan dr. Agneta Irmarahayu, MPdKed. Saat ini pandemic Covid-19, sehingga diperlukan imunitas atau sistem kekebalah tubuh (kekuatan pertahanan tubuh melawan penyakit), daya tahan tubuh tersebut dapat diperoleh dengan makan-makanan bergizi seimbang.

Pada sesi ini, dr. Agneta memaparkan bahwa meningkatkan daya tahan tubuh adalah salah satu kunci agar tidak tertular Covid-19. Dan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang merupakan salah satu cara agar daya tahan tubuh tetap prima.

“Namun, kita juga perlu meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung gizi yang berperan aktif dalam meningkatkan daya tahan tubuh, antara lain Vitamin A, C, E dan Zink,” tutur dr. Agneta.

Di sesi kedua dr. Hikmah menjelaskan tentang keamanan pangan, yakni kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia dan benda fisik dan dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia.

“Hal tersebut tertuang dalam Undang-undang Pangan Nomor 7 Tahun 1996,” papar dr. Hikmah.

Pada kesempatan tersebut, dr. Hikmah pun menjelaskan tentang syarat menuju keamanan pangan, syarat hygiene pekerja pengolah makanan, syarat prilaku petugas pengolah pangan, syarat pengiriman/distribusi syarat penyajian.

“Juga mengenalkan lima kunci keamanan pangan agar terhindar dari berbagai bahaya penyakin, seperti menjaga pagan pada suhu aman, memasak dengan benar, memisahkan pangan matang dan mentah, menjaga kebersihan dan menggunakan air serta bahan baku yang aman,” tuturnya.

Materi ketiga, dr. Yuni memaparkan tentang Food Poisoning atau keracunan makanan. Ia menjelaskan jenis penyakit akibat pangan, seperti infeksi terjadi akibat setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung bakteri patogen sehingga timbul gejala-gejala penyakit.

Kemudian, intoksikasi, yakni kondisi keracunan yang disebabkan mengonsumsi pangan mengandung senyawa beracun, baik senyawa beracun alamiah atau diproduksi mikroba.

“Hingga saat ini belum ada bukti Covid-19 menular lewat makanan,” ujarnya.

Sementara penyebab keracunan makanan, bisa terjadi karena daging kurang atau tidak matang, kemudian sayuran atau buah yang terkontaminasi. Hal ini, kata dia, mengakibatkan diare, demam, mual, muntah dan sakit perut.

“Gejala tersebut karena terkontaminasi  Bakteri Salmonella, E Coli. Kemudian, telur cacing gelang, cacing cambuk dan cacing pita, menyebabkan diare, kurang gizi dan anemia. Karena itu, perlu dicermati pengolahan daging dan sayuran yang benar,” ucapnya.

Tim pengabdian dan peserta kegiatan berharap, kegiatan ini dapat berkelanjutan, mengingat keamanan pangan merupakan salah satu upaya untuk memperkuat ketahanan keluarga para pelaku UKM di masa Pandemi serta sebagai bagian dari Bela Negara bagi para dosen dan mahasiswa FK UPN Veteran Jakarta. (*)

 

Editor : Ricky Juliansyah