O2TC lagi latihan
LATIHAN : Atlet Taekwondo O2TC sedang menjalani latihan. ist

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kebijakan Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dilakukan Pemerintah, jelas berimbas kepada hajat masyarakat. Bidang olahraga menjadi salah satu sektor yang dibuat mati kutu.

Klub Taekwondo O2TC, bahkan sampai meliburkan segala aktvitas, seperti latihan, sampai dua bulan lamanya. Latihan sempat dilakukan via daring (online), namun tak berjalan baik. Cuma bertahan 2,5 bulan. Karena dianggap tidak efektif, latihan terpaksa diliburkan total.

Tapi sekarang (Zona Kuning), latihan bisa dilakukan offline atau tatap muka. Tentu dengan syarat ketat,” ungkap Manajer O2TC, Iin kepada Radar Depok, Senin (13/9).

Ia menerangkan, latihan offline dilandasi atas desakan orang tua, yang gerah melihat anaknya tidak produktif selama di rumah. “Kebanyakan rebahan. Tidak beraktivitas,” terangnya.

Lebih lanjut, jelas dia, sebelum latihan dilakukan, tentu ada syarat yang harus dipenuhi. GOR tempat latihan dibersihkan dengan disinfektan, dan yang terpenting atlet dan orang tua harus menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes).

Latihan maksimal 20 murid. Pakai faceshield, masker, serta pembagian waktu latihan,” bebernya.

Untuk diketahui, O2TC sudah berdiri sejak tujuh tahun silam. Namanya merupakan kependekan dari Ocit Odi Taekwondo Center. Ocit dan Odi adalah pendiri klub ini. Saat ini, jumlah murid sudah mencapai 100 orang.

Klub O2TC sudah memiliki banyak prestasi. Dua atletnya mendapatkan kesempatan bersekolah di PPLT Bandung. Pada 2018 ambil bagian lomba di Malaysia, lalu 2019 mengikuti kejuaraan nasional di Semarang. Pernah pula mengikuti kejuaraan internasional di Korea Selatan.

Saat ini anak-anak O2TC sedang mengejar prestasi dan piagam untuk memasuki sekolah dan universitas,” pungkasnya. (rd/mg1)

Jurnalis : Annisa Wahyuning Putri

Editor : Junior Williandro