Gunung Gangkhar Puensum
Gunung Gangkhar Puensum.

RADARDEPOK.COM – Dari catatan gunung tertinggi di dunia, Gunung Everest sudah beberapa kali didaki manusia.

Tapi, ada juga beberapa gunung yang termasuk tertinggi di dunia, namun belum pernah didaki manusia. Gunung tersebut yaitu Gunung Gangkhar Puensum di Bhutan, yang juga dikenal sebagai “Puncak Putih dari Tiga Saudara Spiritual”.

Dilansir Times of India, Gangkhar Puensum berdiri tegak pada ketinggian 24.836 kaki di atas permukaan laut, di perbatasan Bhutan dan Cina.

Sampai saat ini, tidak ada catatan puncaknya oleh siapa pun.

Kalau para pendaki gunung mendaki Gunung Everest, yang berada di ketinggian 29.029 kaki di atas permukaan laut, bisa mengetahui tingginya.

Mengapa Gangkhar Puensum tetap tak terkalahkan?

Hal itu lantaran hukum nasional Bhutan yang tidak mengizinkan orang mendaki gunung di wilayah tersebut.

Menurut adat dan tradisi Bhutan, gunung dianggap sangat suci dan merupakan rumah bagi dewa dan roh.

Bhutan memiliki undang-undang dimana pendaki gunung dilarang mendaki gunung yang lebih tinggi dari 6000 m. Sementara Gangkhar Puensum, tampaknya lebih dari 7500 m.

Undang-undang ini dilaksanakan pada tahun 1994.

Selain UU yang mengatur, ada pula hubungan religius dengan pegunungan. Ini jadi alasan lain mengapa belum ada yang mendaki gunung besar ini.

Namun, sebelum undang-undang itu dibuat, beberapa ekspedisi untuk merebut Gangkhar Puensum memang terjadi, meski semuanya sia-sia.

Sejumlah pendaki harus memutar balik atau menghentikan perjalanan di tengah jalan karena beberapa alasan yang tidak bisa dijelaskan.

Pasca undang-undang ini, pada tahun 1998, tim pendaki gunung Jepang mencoba mendaki gunung dari sisi Cina.

Tapi begitu pejabat Bhutan mendapat kabar itu, mereka meminta dan meyakinkan pemerintah China untuk membatalkan izin pendaki gunung itu.

Hari ini, Gangkhar Puensum di Bhutan juga tetap menjadi salah satu tempat paling terpencil di Bumi.

Mengingat cara pendaki telah merusak dan mencemari Gunung Everest, Bhutan tidak dapat disalahkan atas hukum yang mempertahankan keindahan alamnya. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya