PPKM Diperpanjang
PPKM DIPERPANJANG : Seorang sedang melintas di JPO depan Terminal Depok, Jalan Margonda Raya. Pemerintah Kota Depok resmi memperpanjang PPKM.

RADARDEPOK.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dan Polres Metro Depok berencana menerapkan pembatasan kendaraan bermotor, dengan skema ganjil genap (Gage) di Jalan Margonda Raya  Oktober 2021 mendatang. Hanya berlaku pada akhir pekan dan kendaraan roda empat, diharapkan aturan terkait mampu menekan laju mobilitas masyarakat di tengah pandemi Covid-19 sehingga tidak terjadi kepadatan. Ada tiga titik penyekatan yang akan diberlakukan.

“Pengalihannya ada sekitar tiga titik penyekatan yang besar,” kata Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Depok Ari .

Penyekatan di sisi utara yakni di Jalan Raya Lenteng Agung dan Komjen M Jasin. Lalu, penyekatan di timur yakni di U-turn Juanda 1 atau akses ramp-off Tol Cijago. Di selatan penyekatan dilakukan di Simpang Ramanda, dialihkan ke Jalan Arif Rahman Hakim.

Dari tiga segmen yang ada di Jalan Margonda Raya, pemberlakuan ganjil-genap hanya akan diberlakukan di dua segmen, yaitu segmen flyover UI-Simpang Juanda dan Simpang Juanda-Simpang Ramanda.

Segmen 1 Jalan Margonda Raya, yaitu dari Simpang Ramanda sampai Simpang Siliwangi/Tugu Jam, akan bebas ganjil-genap. “Kenapa hanya segmen 2 dan 3, karena segmen 1 itu merupakan ruas jalan yang mengakomodasi pergerakan kendaraan dari arah timur ke barat, maupun ke wilayah utara,” kata Ari.

Tanpa sepeda motor pun, lanjut dia, kebijakan ganjil genap di Margonda diprediksi bakal diikuti dengan bertambahnya beban jalan-jalan lain di Depok pada akhir pekan. Diperkirakan, kemampuan ruas-ruas jalan lain akan menurun kurang lebih 27 persen sampai 30 persen.

Sementara lalu lintas di Jalan Margonda Raya, akan lancar sampai 50 persen dari sebelumnya. Ari berujar, sebetulnya, ganjil-genap di Jalan Margonda Raya pada akhir pekan diharapkan supaya warga mengalihkan mobilitas warga dari Sabtu ke Minggu maupun sebaliknya. Dengan begitu, warga tidak perlu menggunakan jalan lain, yang berdampak pada macetnya ruas-ruas jalan selain Margonda Raya.

“Tapi, kami berhitung juga, pasti akan ada kendaraan yang beralih atau bergerak melalui ruas jalan lain,” tambahnya.

Diektahui sebelumnya, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polrestro Depok, AKBP Andi M. Indra Waspada mengatakan uji coba penerapan gage di Kota Depok memang awalnya direncanakan pada awal bulan Oktober 2021. Namun, sejumlah persiapan masih perlu dilakukan.

“Intinya sampai sekarang belum ada kejelasan pasti berkaitan gage karena memang itu perlu ada pengkajian. Memang tadinya direncanakan di awal bulan (Oktober 2021),” ujarnya kepada Radar Depok, Jumat (24/9).

dalam waktu dekat akan melakukan studi banding ke Polda Metro Jaya. Kemudian, bersama stakeholder mengundang pihak terdampak kebijakan uji coba gage, sebab ini bertujuan untuk kepentingan umum di tengah pandemi Covid-19.

“Dalam studi banding nantinya kami akan melihat mekanisme gage bagaimana, tanggalnya sendiri kami belum tentukan (studi banding). Lalu sosialisasi akan diberikan kepada pengusaha maupun masyarakat sekitar jalur gage,” bebernya.

Dikatakannya, tujuan berlakunya gage adalah pembatasan kegiatan atau mobilitas masyarakat. Karena saat ini, status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Depok berada di level 3.

Sampai sekarang, kepolisian sudah melakukan sejumlah persiapan guna mematangkan kebijakan uji coba gage ini. Pertama, menggelar survei bersama instansi terkait ke jalur-jalur di Kota Depok dan kedua, mengadakan rapat dengan dewan transportasi Depok.

Meski begitu, pihaknya masih terus mendalami panjang jalur pemberlakukan uji coba gage ini. Yang jelas, hulu nya berawal dari Fly Over UI dekat Pos Lalu Lintas (Polantas).(cr1/daf/rd)

Jurnalis : Ivanna Yustiani, Daffa Syaifullah

Editor : Fahmi Akbar