pohon rindang mau ditebang
AWAS : Suasana Jalan Raya Citayam, tampak satu pohon posisi miring hampir rubuh dan menarik kabel, Rabu (22/9). DAFFA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kota Depok dalam kurun waktu satu pekan mendatang, diperkirakan mengalami hujan disertai angin puting beliung. Itu menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Kehadiran pohon-pohon rapuh menjadi perhatian agar tak menelan korban.

Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Konservasi, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Indra Kusuma mengatakan, masyarakat perlu mewaspadai titik-titik pohon yang berpotensi tumbang jika terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Utamanya di jalan-jalan protokol Kota Depok.

“Untuk wilayah yang berpotensi Pohon tumbang antara lain Jalan Raya Juanda, Jalan Sentosa, Jalan Akses UI, Jalan Raya Bogor, dan Jalan Pangkalan Jati,” ujarnya kepada Radar Depok, Rabu (22/9).

Namun saat ini, pihaknya mengaku belum memiliki data berapa banyak pohon yang berpotensi tumbang di wilayah Kota Depok. Masih dalam proses mendata.

“Belum ada datanya baik yang potensi rubuh maupun seluruh pohon di Kota Depok. Ini menjadi masukan kami agar bisa lebih baik ke depannya,” bebernya.

Indra menyebut, perawatan kepada pohonan secara rutin terus dilakukan, seperti penyiraman, hingga pemangkasan dahan, batang, dan ranting. Sebanyak 20 orang petugas disiagakan untuk melaksanakannya.

“Pemangkasan menggunakan sejumlah peralatan, ada gergaji mesin, golok, hidrolik dua unit, dum truk tiga unit, dan mini dump truk,” ucapnya.

Perapihan dilaksanakan hampir setiap harinya. Selama 27 hari, puluhan petugas pemangkas pohon itu bertugas merawat bagian pohonan supaya tidak mengganggu para pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.

“Setiap hari petugas keliling untuk pemangkasan. Mereka bekerja selama 27 hari. Gaji tiap personelnya itu Rp100 ribu per hari,” katanya.

Terpisah, salah satu warga Kelurahan Ratujaya, Suroni Majid (52), mengaku khawatir lantaran sebuah pohon berada di pinggir Jalan Raya Citayam terancam rubuh. Dan khawatir akan menimpa kabel jaringan telepon maupun PLN.

“Ya secepatnya ditebang lah, karena ngeri sudah miring begini, kalau rubuh bisa menimpa kabel,” ucapnya.

Dia berharap, adanya tindakan cepat dari dinas terkait agar segera mengeksekusi pohon tersebut. Jangan sampai timbul korban dari pengendara ataupun masyarakat sekitar. “Jangan tunggu ada korban dulu baru bergerak. Semoga Pemerintah Kota Depok bisa langsung datang,” tandasnya.

Sekedar informasi, dalam mengatasi dampak dari angin puting beliung, DLHK Kota Depok turut melakukan penanganan pasca pohon tumbang yang terjadi di 42 titik lokasi, dengan menurunkan 53 personel satgas Pohon dan sembilan armada.

Puluhan titik tersebut Di antaranya, Balai Kota Depok, ruko Grand Depok City (GDC) Kalimulya, Pesantren Darul Mukhlisin Rangkapan Jaya Baru, Greenville Residence Cipayung, Jalan Kartini dan PDAM.

Kemudian, Lampu Merah Margonda, Kecamatan Sukmajaya, KSU, Jalan Raya Bogor (PT Tokai), Jalan Gelatik Pancoran Mas, Depan MUI, Jalan Sersan Aning, GDC, Jalan Raya Tanah Baru dan lain-lain. Pohon yang roboh rata-rata berjenis pohon Trambesi, Angsana dan Mahoni. (rd/daf)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Junior Williandro