program rutan depok
JAMIN GIZI : Pihak Dinas Kesehatan Kota Depok bersama Rutan Kelas I Depok saat menerbitkan serifikat kelayakan makanan bergizi untuk penghuni Rutan. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Rutan Kelas I Depok terus meningkatkan seluruh lini, kini kualitas makan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sampai petugas menjadi perhatian khusus. Guna memaksimalkan ini, Dinas Kesehatan Depok diminta untuk menilai kualitas asupan makanan.

Kepala Seksi Pelayanan Rutan Kelas I Depok, Mahardi Kusuma menerangkan, rutan selalu melakukan berbagai inovasi demi memaksimalkan kualitas pelayanan, termasuk dalam hal penyajian kualitas makanan sebab kualitas makanan merupakan komponen vital untuk menjaga nilai gizi WBP.

“Kami undang Dinkes Depok pada bidang gizi yang memang paham betul soal kualitas makanan. Alhamdulilah mereka menilak baik dan layak dari segi gizi maupun lainnya,” terangnya kepada Radar Depok, Senin (20/9).

Ia menuturkan, bahwa lawatan Dinkes tidak hanya melihat kualitas makanan, melainkan pada perlengkapan, lingkungan dapur, hingga bahan makanan. Seluruhnya mendapat nilai kelayakan yang baik. Mengingat petugas dapur Rutan selalu menjadikan kebersihan menjadi faktor utama.

“Semua ditinjau, tapi kami tetap menjaga protokol kesehatan selama peninjauan dan penilaian, menjaga keamanan satu sama lainnya,” lanjutnya.

Usai melakukan penilaian kelayakan, Dinkes Depok mengeluarkan sertifikat layak higienis untuk Dapur Kelas I Rutan. Tak hanya itu, pihak Dinkes juga mengambil sample dan air yang menjadi konsumsi setiap hari para penghuni rutan.

“Pengambilan sampel ini nantinya akan di uji di laboratorium Dinkes Depok,” papar Mahardi.

Dirinya berharap, semoga dengan adanya penerbitan sertifikat layak higienis ini menjadi bukti nyata keseriusan Rutan untuk terus memberikan kualitas pelayanan yang prima serta menjadi bentuk perhatian kepada WBP.

“Ini sudah kewajjban kami dalam memberikan pelayanan WBP, karea sudah menjadi hak WBP dalam mendapatkan lelayanan yang baik dalam segi makanan dengan kualitas gizi yang seimbang,” pungkas Mahardi. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro