SDN Anyelir 1 jelang PTM
Seseorang sedang mencuci tangan sebelum masuk ke area SDN Anyelir 1 di Jalan Nusantara, Kecamatan Pancoranmas. FOTO : PEBRI/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – SDN Anyelir 1 yang berlokasi di Jalan Nusantara, Kecamatan Pancoranmas terus berbenah untuk mempersiapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di Bulan Oktober 2021.

Guru SDN Anyelir 1, Sarmanik mengatakan, pembenahan yang dilakukan mulai dari sarana dan prasarana sekolah sampai pada pembuatan mekanisme aktivitas siswa selama di sekola. Yakni, mulai dari masuk ke gerbang sekolah sampai nanti pulang sekolah.

“Sudah dua pekan ini sekolah terus berbenah menjelang PTM Terbatas. Dari mulai bersih-bersih, sampai pada mekanisme protokol kesehatan (prokes),” ucapnya kepada Radar Depok.

Manik-sapaannya-menuturkan, siswa setelah masuk ke gerbang cuci tangan terlebih dahulu, dan di cek suhu badannya dengan termogun. Lalu, setelah itu mengikuti alur masuk ke dalam kelas yang ditandai dengan tanda kaki wrna putih. Sedangkan untuk tanda kaki warna kuning sebagai tanda arah untuk pulang.

“Sekarang jumlah siswa di SDN Anyelir 1 ada sekitar 700 siswa yang terbagi dalam 24 rombongan belajar (rombel),” katanya.

Manik menuturkan, nantinya di dalam kelas isinya hanya 50 persen dari jumlah siswa dari tiap rombel.  Nantinya siswa akan belajar selama tiga hari dalam sepekan, yakni dua hari dari guru kelasnya, dan satu hari dari guru mata pelajaran.

Selain itu, juga membagikan surat pernyataan tentang pelaksanaan PTM Terbatas ke orang tua siswa. Jadi, ada bentuk saling dukung antara sekolah dengan pihak orang tua dalam menjalankan program sekolah. Dimana, pada bulan September 2021 akan dilangsungkan simulasinya.

“Sekolah juga harus memenuhi beberapa komponen untuk bisa menggelar PTM Terbatas. Dan rencananya pada Rabu (8/9),” jelasnya. (rd)

Data kesiapan sekolah melaksanakan PTM Terbatas yang diperiksa :

  1. Memiliki toilet bersih dan layak
  2. Memiliki sarana cuci tangan dengan sabun
  3. Memiliki hand sanitizer di setiap kelas
  4. Memiliki alat disinfektan/mampu melakukan secara periodik
  5. Menerapkan wajib masker untuk guru dan siswa.
  6. Menyediakan masker cadangan dan/atau faceshield
  7. Memiliki thermogun
  8. Memiliki pemetaan (data) warga sekolah yang memiliki comorbid tidak terkontrol
  9. Memiliki pemetaan warga sekolah yang tidak memiliki akses transportasi yang aman
  10. Memiliki pemetaan warga sekolah yang mempunyai riwayat perjalanan dari daerah dengan tingkat resiko Covid-19 yang tinggi atau riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi positif Covid-19 dan sebelum menyelesaikan isolasi mandiri
  11. Membuat instrumen pernyataan orang tua yang menentukan putra/putrinya melaksanakan PTM Terbats atau BDR melalui form digital/print out.
  12. Memiliki data pernyataan orang tua siswa
  13. Memiliki tim Satuan Tugas Covid-19 dilengkapi SK dan Tupoksinya.
  14. Membuat protokol kesehatan pembelajaran tatap muka terbatas masa transisi (2 bulan) dan masa kebiasaan baru
  15. Menyediakan ruang/tempat isolasi mandiri (diusahakan letaknya dekat gerbang sekolah)
  16. Memiliki MoU (perjanjian kerjasama) dengan layanan kesehatan terdekat (puskesmas, klinik, rumah sakit)
  17. Memiliki data tenaga pendidik dan kependidikan yang sudah divaksin
  18. Memiliki rancangan/program PTM Terbatas dan Belajar dari Rumah (BDR)
  19. Memilik pemetaan peserta didik yang mengikuti PTM Terbatas dan BDR.

 

Jurnalis/Editor : Pebri Mulya