cucaaa
WASPADA HUJAN : Kendaraan roda empat saat melintas di Flyover Jalan Arif Rahman Hakim dengan latar belakang langit mendung Kota Depok. BMKG memprediksi September menjadi hujan dengan curah hujan di atas normal mewarnai Kota Depok. FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Ini peringatan penting. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisikal (BMKG) Kota Bogor, mewanti-wanti Kota Depok akan mengalami curah hujan tinggi pada awal September 2021. Hal ini diketahui setelah BMKG melakukan perhitungan prediksi bersama dengan BMKG Jawa Barat, yang berlangsung secara online.

Kepala BKMG Bogor, Indra Gustari menerangkan, prediksi tersebut berdasarkan analisis hujan sampai akhir Agustus 2021, seluruh Zona Musim (ZOM) di Jawa Barat. Depok masuk dalam salah satu ZOM bersama 37 wilayah lainnya, yang alami hujan intensitas tinggi pada September 2021 ini.

“Curah hujan yang lebih tinggi akan disertai dengan potensi bencana hidrometeorologi, apalagi sebagian wilayah akan mengalami awal musim hujan yang lebih dulu dari biasanya pada tahun ini,” tegasnya.

Dia meminta dengan serius agar pemerintah daerah dan masyarakat untuk mewaspadai, mengantisipasi dan melakukan aksi mitigasi lebih awal, guna menghindari dan mengurangi risiko bencana. Terlebih, masyarakat yang menjadi langganan bencana, banjir, longsor, puting beliung, dan bencana lainnya yang diakibatkan hujan tinggi disertai petir dan kilat.

“Tingkatnya 31 persen kalau Depok akan mengalami musim hujan dengan intensitas tinggi pada September ini,” papar Indra kepada Harian Radar Depok, Selasa (31/8).

Lebih jauh Indra menjelaskan, jika dibandingkan terhadap rata-rata klimatologis Awal Musim Hujan pada periode 1981-2010. Maka awal musim hujan 2021/2022 di Jawa Barat diprakirakan mengalami kemajuan pada 27 ZOM (75 persen), lalu maju pada 8 ZOM (22 persen), dan mundur pada 1 ZOM (3 persen).

Namun jika dilihat secara umum, sifat hujan selama Musim Hujan 2021/2022 diprakirakan normal atau sama dengan rerata klimatologisnya pada 21 ZOM (58 persen). Sejumlah 15 ZOM (42 persen), akan mengalami kondisi musim hujan di atas normal (lebih basah dari biasanya) dan sifat hujan di bawah normal diprakirakan tidak terjadi.

Lebih lanjut, BMKG Stasiun Klimatologi Bogor juga meminta masyarakat untuk lebih mewaspadai kejadian cuaca ekstrem seperti hujan es, hujan lebat disertai kilat dan petir, dan angin puting beliung jelang masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.

Potensi bencana hidrometeorologi juga meningkat pada puncak musim hujan yang umumnya akan berlangsung pada Januari-Februari 2022. Sehingga wajib masyarakat dapat mengambil manfaat dari awal musim hujan yang datang lebih awal dari biasanya ini.

“Biasan dengan menambah luas tanam, melakukan panen air hujan, dan mengisi waduk atau anau yang berguna untuk periode musim kemarau tahun depan,” tutupnya. (arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu 

Editor : Fahmi Akbar