KRL Kartu Vaksin Syarat
MASA TRANSISI: Petugas saat melakukan pemeriksaan identitas penunjang vaksinasi sebagai salah satu syarat naik kereta api. FOTO: ARNET KELMANUTU/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – PT KAI menerapkan sertifikat vaksin sebagai salah satu syarat penggunaan moda transportasi Kereta Rel Listrik (KRL) Commuterline. Bahkan surat identitas lainnya, seperti KTP akan diminta untuk mencocokan data di sertifikat vaksin. Hal ini disampaikan VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba, Rabu (8/9).

Anne juga menyebutkan, sertifikat vaksin yang diterima adalah sekurang-kurangnya sertifikat vaksin dosis pertama. Penerapan sertifikat vaksin tersebut telah dimulai Rabu (8/9), meski masih dalam masa transisi dari penerapan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP). Ia pun mengingatkan, pengguna KRL bersiap dengan sertifikat vaksin mulai Sabtu (13/9) wajib menunjukkannya kepada petugas.

“Hari ini (8/9) sampai Jumat (12/9) adalah masa transisi, sehingga surat-surat dokumen perjalanan ataupun sertifikat vaksin dapat diterima menggunakan KRL. Selanjutnya, mulai Sabtu (11/9) dokumen perjalanan yaitu STRP, surat tugas, surat keterangan kerja, maupun surat dari pemerintah setempat sudah tidak berlaku lagi sebagai syarat naik KRL, karena harus menunjukkan sertifikat vaksin,” tegas Anne kepada Radar Depok.

Sementara itu, Petugas Keamanan Stasiun Depok Lama, Nur Ichwan menuturkan, pada hari penerapan sertifikat vaksin belum banyak penumpang yang menyertakan sertifikat vaksin, sebagai persyaratan perjalanan kereta api. Karena telah beralih pada aplikasi PeduliLindungi.

“Paling sama surat keterangan itu yang dikasih tahu untuk syarat jalan,” tambahnya.

Selain itu lanjutnya, peningkatan penggunaan pada aplikasi PeduliLindungi sebab penumpukan tidak terlalu banyak. Karena aplikasi tersebut tidak memakan waktu alias cepat. Meski masih tetap banyak yang menggunakan surat keterangan.

Menurut Ichwan, menggunakan surat keterangan sangat lelah bahkan tidak terpegang dengan teliti akibat keterbatasan tenaga petugas serta banyaknya penumpang. “Harus kami akui juga keteteran, tapi kami selalu maksimal,” tutupnya. (rd/arn)

 

Jurnalis: Arnet Kelmanutu

Editor: M. Agung HR