indonesia musim hujan
Ilustrasi

RADARDEPOK.COM – Hujan mulai turun di sebagian Indonesia dengan intensitas beragam. Aapkah itu menandakan Indonesua sudah memasuki musim hujan?

Berdasarkan penrkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan akan datang lebih awal kali ini, mulai September hingga November.

Sebanyak 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia akan memasuki musim hujan secara berturut-turut, sejak bulan September, Oktober dan November 2021.

Dari total ZOM itu, sebanyak 14,6 persen diprediksi akan mengawali musim hujan pada September 2021.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi, pada bulan Desember 2021 hujan maksimal dan merata di seluruh Indonesia.

“(Musim hujan terjadi) bulan Desember 2021,” kata peneliti Pusat Sains dan Teknologi, Atmosfer (PSTA) Erma Yulihastin.

Mengutip informasi dari Instagram PSTA LAPAN, wilayah Indonesia bagian selatan sementara ini masih mengalami musim kemarau yang ditunjukkan dengan curah hujan minimum.

Sedangkan, wilayah Indonesia di bagian utara menunjukkan curah hujan yang meningkat dibanding Juli dan rata-rata hujan pada Agustus.

Pada bulan September 2021, akan terjadi hujan maksimum yang terkonsentrasi di wilayah pesisir barat Sumatra bagian utara, Kalimantan bagian utara dan timur, Sulawesi bagian utara dan timur, serta Papua bagian utara.

Ada beberapa penyebab datangnya musim hujan di beberapa wilayah di Indonesia, meliputi :

  • Konsentrasi kelembapan di utara-barat Indonesia berhubungan dengan pembentukan vorteks di Samudra Hindia
  • Aktivitas gelombang MJO fase 2 dan 3 di Samudra Hindia
  • Anomali monsun musim panas Asia meluas hingga bagian utara wilayah Indonesia
  • Aktivitas gelombang meridional berkaitan monsun musim panas Asia, seperti BSISO1 fase 3 di Samudra Hindia yang berpotensi meningkatkan aktivitas konvektif di Samudra Hindia dan pembentukan hujan di sebagian Sumatra
  • Aktivitas gelombang Kelvin di laut dan atmosfer yang diprediksi menguat oleh gelombang ER sejak Agustus hingga Februari 2022.

Hujan maksimum dan merata di seluruh wilayah Indonesia akan mulai terjadi pada Desember 2021.

Pada Januari-Februari 2022 di wilayah bagian barat Indonesia cenderung mengalami penurunan curah hujan.

Sementara, kondisi anomali yang lebih basah diprediksi terjadi di timur Indonesia, akibat pergerakan konveksi secara zonal dari barat ke timur.

Berikut prediksi curah di bulan September 2021 :

  • Wilayah Aceh, pantai barat Sumatera, Kalimantan barat dan utara, Sulawesi Barat, Maluku bagian selatan (sekitar Ambon), serta daerah pegunungan Papua diprediksi akan mengalami curah hujan yang tinggi. Curah hujan deras ini berpotensi menimbulkan banjir dan tanah longsor
  • Wilayah Sumatera bagian timur dan Kalimantan bagian barat, mempunyai probabilitas tinggi untuk mengalami suhu tinggi di atas 32 derajat Celcius. Perlu ada antisipasi bencana kebakaran hutan di wilayah tersebut.
  • Wilayah di perairan selatan Jawa, Laut Arafuru, dan Laut Bandangin diprediksi akan mengalami angin kencang dan gelombang laut tinggi kemungkinan besar terjadi pada September-Oktober 2021. Kendati demikian, laut Jawa mempunyai kemungkinan yang tidak begitu tinggi yakni antara 40-80 persen. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya