ilustrasi ASN
Ilustrasi ASN

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Panitia Seleksi (Pansel) akhirnya mengeluarkan Surat Pengumuman Nomor: 800/10/TP-CASN/Depok/2021, tentang Ketentuan dan Jadwal Seleksi Kompetensi untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Non Guru, di lingkungan Pemkot Depok Tahun Anggaran 2021.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, Novarita mengatakan, ada 120 peserta PPPK Non Guru yang akan mengikuti Seleksi Kompetensi, baik di titik lokasi (Tilok) Kota Depok maupun luar.

Untuk di Tilok Depok, lanjut Novarita, rencananya diselenggarakan satu hari di Gedung Balai Rakyat Depok II, pada Sabtu (6/9). Diikuti oleh 106 peserta.

Lalu sisanya : 14 peserta, akan mengikuti Seleksi Kompetensi di luar Depok terbagi ke BKN Pusat, Kanreg II BKN Surabaya, Kanreg V BKN Jakarta, dan Kanreg XI BKN Manado.

“Lokasinya sama dengan peserta SKD CPNS. Hanya saja waktunya yang berbeda, PPPK Non Guru ini, akan mengikuti ujian setelah CPNS selesai mengerjakan tesnya di hari terakhir (6 Oktober),” ujarnya kepada Radar Depok, Minggu (19/9).

Dia menerangkan, dalam Surat Pengumuman yang telah diunggah pada media sosial maupun web bkpsdm.depok.go.id, sejumlah ketentuan, jadwal, sampai sanksi turut di atur. Salah satu ketentuan yang diwajibkan adalah peserta melakukan swab test RT PCR atau rapid test antigen Covid-19 sebelum mengikuti Seleksi Kompetensi.

Hasil swab test RT PCR berlaku maksimal 2×24 jam dengan hasil negatif. Sementara hasil rapid test antigen berlalu 1×24 jam dengan hasil negatif. Bagi peserta dengan hasil swab test RT PCR atau tes antigen positif atau reaktif, harus segera melapor ke panitia seleksi sebelum pelaksanaan ujian.

“Dengan cara mengirim scan asli hasil swab test RT PCR atau rapid test antigen positif atau reaktif ke email [email protected] Hal ini dimaksudkan agar dapat dijadwalkan ulang seleksinya setelah peserta tersebut dinyatakan sembuh dan jadwalnya ditetapkan sebelum tahap pengumuman hasil,” bebernya.

Novarita menegaskan, peserta yang tidak melapor ke panitia seleksi sampai dengan batas waktu H-1 sebelum pelaksanaan ujian Seleksi Kompetensi dari sesi peserta tersebut. Maka yang bersangkutan dianggap mengundurkan diri. Peserta juga dianjurkan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari sebelum pelaksanaan ujian.

“Peserta juga tidak diperkenankan mampir ketempat lain sebelum ketempat ujian. Tetap memperhatikan jaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain, serta selalu menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan memakai sabun di air mengalir atau menggunakan hand sanitizer,” tuturnya.

Lebih lanjut, beber Novarita, Seleksi Kompetensi PPPK Non Guru memiliki perbedaan dengan SKD CPNS. Meski untuk pelaksanaan seleksi PPPK Non guru 2021 akan sama dengan SKD CPNS yang menggunakan metode CAT.

Seleksi kompetensi dilakukan untuk menilai kesesuaian Kompetensi Teknis, Kompetensi Manajerial dan Sosiokultural serta wawancara dengan standar kompetensi jabatan. Untuk PPPK Non Guru terdiri dari Ahli Pratama dan Terampil.

Ahli Pratama yakni Apoteker, Epidemiolog Kesehatan, Medik Veteriner, Pelatih Olahraga, Penyuluh Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Penyuluh Pertanian, dan Perawat. Lalu, untuk Terampil yaitu Asisten Apoteker, Bidan, Nutrisionis, Paramedik Veteriner, Perawat, Perekam Medis, serta Pranata Laboratorium Kesehatan.

“Setiap tahap seleksi memiliki nilai ambang batas, baik Kompetensi Teknis, Kompetensi Manajerial dan Sosiokultural serta wawancara, diharapkan para peserta memenuhi ketentuan yang berlaku,” tandasnya. (rd/daf)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Junior Williandro