KRL wajib vaksin
WAJIB DIVAKSIN : Penumpang Kereta Api ketika memasuki area Stasiun Depok Lama dapat pemeriksaan dari petugas dalam uji coba penerapan aplikasi PeduliLindungi. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Bagi yang belum divaksin Covid-19, jangan harap bisa naik kereta. Sebab mulai saat ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mewajibkan setiap penumpangnya sudah tervaksin. Minimal dosis pertama.

“Semua KAI sudah berlaku. Kebijakan ini sesuai dengan terbitnya Surat Edaran Kemenhub No 69 Tahun 2021,” ungkap VP Public Relations PT KAI, Joni Martinus kepada Radar Depok, Minggu (12/9).

Ia menjelaskan, dengan diberlakukannya syarat vaksin tersebut, maka syarat Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP), surat tugas, atau surat keterangan lainnya, tidak lagi menjadi syarat penumpang kereta.

Nantinya, kata Joni, setiap penumpang saat masuk stasiun akan ada petugas yang melakukan pemeriksaan melalui layar komputer boarding. Data vaksin akan secara otomatis keluar pada layar komputer boarding petugas. “Penerapan akan berlaku pertanggal 14 September,

Setiap data vaksin penumpang, lanjut dia, akan terbaca pada layar boarding petugas. Hal ini dilakukan PT KAI, karena sistem boarding telah terintegritas dengan aplikasi PeduliLindungi, yang mewajibkan calon penumpang menyertakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada saat pembelian atau pemesanan tiket KA Lokal.

“Jika nanti saat penerapan ada data penumpang tidak muncul pada komputer petugas, akan diperiksa secara manual dengan menunjukan kartu vaksin penumpang,” ungkapnya

Joni menambahkan, secara umum pelanggan dengan usia di bawah 12 tahun masih tidak diperkenankan melakukan perjalanan dengan Kereta Api. Lalu, pelanggan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin, wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

“KAI Grup secara konsisten menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai kebijakan pemerintah dan hanya mengizinkan pelanggan yang sesuai persyaratan untuk naik kereta api. Dengan demikian, diharapkan seluruh layanan Kereta Api dapat tetap diandalkan oleh masyarakat pada masa pandemi Covid-19,” lanjut Joni.

Sementara, VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba menuturkan, sebenarnya penerapan aplikasi PeduliLindungi telah dilakukan sejak 8 september lalu, namun masih dalam uji coba, sambil melakukan transisi dari Surat Keterangan ke aplikasi PeduliLindungi.

“Sudah mulai, minimal dosis pertama secara fisik atau secara digital, maupun melaui aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat untuk naik kereta,” tuturnya.

Tak hanya itu, nanti petugas juga akan meminta pengguna untuk menunjukkan KTP atau identitas lainnya guna dicocokkan dengan sertifikat vaksin dalam bentuk fisik maupun bentuk digital.

Pada layanan perjalanan KRL pada masa pandemic ini, Anne menegaskan KAI Commuter tetap konsisten menjalankan protokol kesehatan secara ketat kepada seluruh penggunanya, mulai dari mewajibkan penggunaan masker ganda, mencuci tangan serta menjaga jarak aman antar pengguna.

“Soal pengaturan jumlah penumpang di dalam kereta. Ada satu petugas yang lakukan penyekatan serta antrean agar mengurai kepadatan penumpang,” jelasnya.

Perlu diketahui, aturan tambahan yang ada selama masa pandemi juga tetap berlaku, seperti tidak berbicara saat berada di dalam kereta, lansia dan pengguna dengan barang bawaan yang besar hanya diizinkan menggunakan KRL pada pukul 10:00 – 14:00 atau di luar jam-jam sibuk, hingga anak balita belum diizinkan menggunakan kereta api.

Anne menyarankan, agar pengguna kereta melakukan perjalanan di luar jam sibuk yaitu pukul 10.00 sampai 14.00 WIB. Lalu, penumpang juga disarankan membuka aplikasi KRL Access untuk melihat informasi kepadatan di stasiun maupun posisi kereta terkini.

“KAI Commuter juga menghimbau masyarakat tetap beraktivitas semaksimal mungkin dari rumah untuk menekan resiko penularan Covid-19,” tandas Anne. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu