BNN sosialisasi bareng wartawan
DISKUSI : Workshop Penguatan Kapasitas Kepada Insan Media Untuk Mendukung Kota Tanggap Ancaman Narkoba (KOTAN) yang diselenggarakan BNNK Depok, di Wisma Hijau Kecamatan Cimanggis, Selasa (21/9).

RADARDEPOK.COM, DEPOK – BNN Kota Depok menyelenggarakan workshop penguatan kapasitas kepada insan media, di Wisma Hijau, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Selasa (21/9).

Langkah ini guna mendukung program Kota Tanggap Ancaman Narkoba (KOTAN). Edukasi mengenai barang-barang terlarang itu bisa sampai kepada masyarakat.

Sub Koordinator P2M BNN Kota Depok, Purwoko mengatakan, kian maraknya pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba khususnya di masa pandemi, salah satunya dilatarbelakangi banyaknya masyarakat yang belum mengerti mengenai jenis narkoba. Termasuk dampak dan upaya penanggulangannya.

Untuk itu, dibutuhkan sebuah upaya yang serius dari seluruh elemen masyarakat. Salah satunya bersinergi dengan awak media yang kredibel dan terverifikasi.

Dengan adanya kegiatan ini, BNN Kota Depok dapat bersinergi dengan rekan-rekan media yang kredibel di Kota Depok, sehingga bersama-sama mampu untuk memberikan edukasi kepada masyarakat di Kota Depok” ujarnya kepada Radar Depok.

Purwoko menyebut, salah satu poin yang ada di dalam kebijakan KOTAN adalah adanya publikasi mengenai kegiatan terkait P4GN yang telah dilakukan. Baik oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi swasta maupun masyarakat.

“Oleh karena itu, besar harapan kami agar rekan-rekan media mau untuk membantu menyebarluaskan aksi P4GN yang telah dilakukan di Kota Depok ini” bebernya.

Sementara itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok menerangkan sinergitas antara pihak kehumasan dengan insan media harus terjalin baik. Demi mencapa tujuan mengentaskan peredaran narkoba di Kota Depok.

Fungsi kehumasan di Pemkot Depok ada pada bidang Informasi dan Komunikasi Publik, namun untuk tiap OPD, fungsi kehumasan melekat di Sekretaris Dinas,” terangnya.

Dalam memberantas peredaran narkoba dibutuhkan kerja sama semua pihak. Terlebih, media yang memiliki peran besar dalam mengedukasi masyarakat terkait bahaya narkoba.

Kaitannya dengan pencegahan penyalahgunaan narkoba, peran kehumasan adalah menyediakan sumber informasi yang terpercaya serta terstruktur, sistematif dan masif, yang bertujuan untuk membentuk opini publik mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba” ucapnya.

Di lokasi yang sama, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah memberikan insight mengenai kasus-kasus narkoba yang terjadi baik di Kota Depok. Mulai dari 2017 sampai 2020.

Kasus narkoba di Kota Depok bukan hanya sebagai tempat transit saja, namun sudah masuk ke ranah peredaran. Meningkatnya kasus narkoba dari tahun 2017 hingga 2020 menjadi salah satu bukti nyata bahwa kasus narkoba di Kota Depok tidak main-main” katanya.

Lebih lanjut, Rusdy mengungkap, dibutuhkan penyampaian informasi sampai ke tingkat RT/RW, baik berupa spanduk maupun media lainnya, agar masyarakat di tingkat bawah juga mendapatkan informasi tersebut.

“Disini peran sinergi antara BNN Kota Depok, Pemkot Depok dalam hal ini Diskominfo Kota Depok dan unsur swasta maupun masyarakat, guna mewujudkan Kota Depok Tanggap Ancaman Narkoba”.

Senada dengan Rusdy, Pengurus PWI DKI Jakarta sekaligus Pengamat Media, Kesit B. Handoyo, menyampaikan bahwa dalam penyampaian berita maupun informasi terkait kasus narkoba, ada baiknya rekan-rekan media juga menyampaikan hal-hal mengenai upaya pencegahan, tidak melulu mengenai upaya penindakan saja.

Dalam hal ini, rekan-rekan media juga perlu memperhatikan mengenai etika dan empati dalam penyajian berita mengenai kasus narkoba, jangan hanya menampilkan judul yang sifatnya clickbait” tandasnya. (rd/daf)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Junior Williandro