kenaikan cukai rokok

RADARDEPOK.COM – Tarif cukai hasil tembakau (CHT) akan dinaikan pemerintah pada tahun depan. Penerimaan cukai pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun anggaran 2022 diperkirakan sebesar Rp 203,920 triliun, atau tumbuh 11,9 persen dibandingkan outlook 2021.

Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan, Nirwala Dwi Heryanto mengatakan, besaran tarif tersebut akan diumumkan setelah UU APBN 2022 disetujui.

“Idealnya, tentunya nanti begitu APBN diketok, disetujui UU APBN Tahun 2022 oleh pemerintah dan DPR. Setelah itu, kita baru lihat seberapa besar tarif cukai yang harus dinaikkan, bahkan di nota keuangan disebutkan ada ekstensifikasi BKC (Barang Kena Cukai), jadi tidak semata-mata rokok,” jelas Nirwala.

Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai, Nirwala Dwi Heryanto menuturkan, sudah banyak menerima permohonan untuk tidak menaikkan tarif cukai tahun depan.

Tapi dia mengatakan, keputusan tersebut masih akan terus dibahas dan dirumuskan secara mendalam. Dia mengatakan pihaknya akan terus melakukan komunikasi mendalam dengan para pelaku IHT terkait tarif cukai.

“Keputusan naik tidaknya masih panjang prosesnya. Masih harus berproses di Banggar (Badan Anggaran) DPR dulu. Di sana bisa naik atau turun targetnya,” kata Nirwala.

Ketua Asosiasi Koperasi Ritel Indonesia (Akrindo) Sriyadi mengungkapkan, selain produsen, dampak kenaikan cukai juga akan dirasakan oleh para penjual. Sepanjang tahun 2020, AKRINDO mencatat rata-rata pedagang dan ritel mengalami penurunan omzet hingga 50 persen.

“Kalau tahun depan naik, omzet tentu akan turun lagi,” kata Sriyadi. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya