Dadang Wihana Beri Penjelasan
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana. FOTO: IST

RADARDEPOK.COM – Pemerintah Kota Depok kembali memperpanjang program PPKM Level 3. Perpanjangan ini dilakukan sampai 13 September mendatang. Kepastian tersebut setelah keluarnya Keputusan Walikota (Kepwal) No : 443/395/Kpts/Satgas/Huk/2021. Dalam kepwal banyak sejumlah pelonggaran mirip seperti pusat, tempat wisata misalnya diwacakan akan dibuka. Hanya saja,  uji coba ditentukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Juru Bicara Penanganan Satgas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, perpanjangan ini dilakukan sesuai dengan instruksi Pemerintah Pusat dalam rangka menekan laju penularan Covid-19.  “Kita masih masuk dalam Level 3,” tutur Dadang kepada Harian Radar Depok, Selasa (7/9).

Dadang mengungkapkan, regulasi mengenai perpanjangan PPKM Level 3 di Depok juga sudah dibuat melalui  Keputusan Walikota Depok Nomor : 443/395/Kpts/Satgas/Huk/2021 Tentang Perpanjangan Kedua Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3 Corona Virus Disease 2019. Dalam Kepwal terbaru ini, ada sejumlah regulasi yang kembali dilonggarkan. “Sudah ada Kepwalnya, berlaku mulai 7 September sampai 13 September,” tuturnya.

Dia menjelaskan, sejumlah pelonggaran yang terdapat dalam Kepwal terbaru ini diantaranya,  perhotelan non penanganan karantina dapat beroperasi dengan kapasitas paling banyak 50% staf. Esensial pada sektor pemerintahan mengikuti ketentuan teknis yang dikeluarkan  Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. “Pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan (sekolah) dilaksanakan secara daring, sebagai persiapan Pertemuan Tatap Muka Terbatas,” bebernya.

Dia menyebutkan, pelonggaran juga diterapkan bagi pelaku usaha  warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 21:00 WIB, dengan maksimal pengunjung makan 50% dari kapasitas dan waktu makan maksimal 60 menit.  Restoran/rumah makan, kafe dengan lokasi yang berada dalam gedung/toko tertutup yang berada pada lokasi tersendiri dapat menerima makan di tempat (dine in) dengan kapasitas maksimal 50% , satu meja maksimal dua orang, dan waktu makan maksimal 60 menit dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

“Restoran dan kafe wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai,” terangnya.

Dia menambahkan, fasilitas umum yang meliputi area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya  ditutup sementara. Akan tetapi pihaknya akan melakukan uji coba protokol kesehatan untuk tempat wisata tertentu dengan ketentuan mengikuti yang diatur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Kesehatan. Wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai, anak  12 tahun ke bawah dilarang untuk memasuki tempat wisata yang dilakukan uji coba ini. “Daftar tempat wisata yang akan mengikuti uji coba ini ditentukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” jelas pria yang kini menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappeda) Depok.

Sementara Kegiatan seni, budaya, dan sosial kemasyarakatan di lokasi seni, budaya, dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian serta kerumunan ditutup sementara. kecuali untuk pengisi acara paling banyak tiga orang pelaku seni.

Dia menambahkan, Kompetisi Sepak Bola Liga 1  dapat dilaksanakan maksimal sembilan pertandingan setiap minggunya, diperkenankan dengan ketentuan sebagai berikut, seluruh pemain, ofisial, kru media, dan staf pendukung wajib menggunakan aplikasi peduli lindungi untuk melakukan skrining terhadap orang yang keluar masuk pada tempat pelaksanaan kompetisi dan latihan. Pelaksanaan kompetisi tidak diperbolehkan menerima penonton langsung di stadion, kegiatan menonton bersama oleh supporter juga tidak diperbolehkan. Seluruh pemain, ofisial, kru media, dan staf pendukung yang hadir dalam kompetisi wajib sudah memperoleh vaksinasi dosis kedua, hasil negatif PCR H-1 dan hasil negatif Antigen pada hari pertandingan.

“Pelaksanaan kompetisi liga 1 wajib mengikuti aturan protokol kesehatan yang ditentukan oleh Kementerian Kesehatan dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia,” tegasnya.

Terpisah, Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Prof Tri Yunis Miko Wahyono mewanti – wanti Pemerintah Kota Depok terkait kemungkinan kembali meningkatnya kasus Covid-19. Hal ini dikatakannya lantaran sejumlah aturan mulai dilonggarkan, utamanya yang berpotensi munculnya kerumunan orang dalam satu lokasi.

“Kemungkinan kasus bisa kembali meningkat itu besar. Itu dilihat dari mulai meningkatkanya kerumunan warga seiring dilonggarkanya sejumlah aturan pembatasan. Kan pada intinya di mana ada kerumunan di situ ada kemungkinan penularan Covid-19,” tuturnya.

Dia mengakui, saat ini kasus Covid-19 di Depok memang sudah menurun. Akan tetapi, jika Pemerintah Kota Depok lengah, bukan tidak mungkin kenaikan kasus bisa kembali terjadi meskipun tidak sebesar kasus Juli lalu. “Kemungkinan naik maksimal 20 ribu kasus, gak sampai 40 ribu kasus kaya Juli,” bebernya.

Dia juga terus mengingatkan, Pemerintah Kota Depok untuk menjalankan test dengan metode 1 banding 1.000 populasi minimal satu minggu sekali. Dengan dilakukannya tes dengan metode tersebut diyakini ampuh untuk menanggulangi penularan Covid-19. “Dari Kemendagri kan sudah ada Surat Keputusan yang berbunyi Pemerintah Kabupaten/Kota wajib melakukan tracing secara benar. Ya tracing yang benar itu 1 banding 1.000 populasi,” pungkasnya.(dra/rd)

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar 

Editor : Fahmi Akbar