UPN Veteran bertemu dengan warga
MUSYAWARAH : UPN Veteran Jakarta dengan warga Bukit Tambora RT2/5, Kelurahan/Kecamatan Limo duduk bersama di Aula Kelurahan Limo, Kamis (9/9). LULU/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, LIMO – Permasalahan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta dengan warga Bukit Tambora RT2/5, Kelurahan/Kecamatan Limo menemui titik terang. Kamis (9/9), Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UPN Veteran Jakarta, Prasetyo Hadi berjanji akan menyelesaikan semua masalah dan polemik dengan warga sekitar bangunan gedung Fakultas Kedokteran. Terutama menyangkut aktivitas penataan lahan milik warga yang dilakukan oleh pihak UPN.

“Kami bersyukur dapat bertemu dan bermusyawarah dengan warga soal beberapa hal yang dipermasalahkan warga. Pada prinsipnya kami siap menyelesaikan semua masalah dengan warga, dan pekan depan akan ada pertemuan lagi guna menindaklanjuti pertemuan hari ini,” ujar Prasetyo kepada Harian Radar Depok, usai bertemu dengan perwakilan warga di aula Kantor Kelurahan Limo, kemarin.

Terkait soal rekomendasi perijinan yang tidak melibatkan warga terdekat. Dia sama sekali tidak mengetahui. Kepengurusan rekomendasi diserahkan kepada mantan Ketua RT setempat. “Tidak tahu karena itu diurus mantan Ketua RT mulai dari tanda tangan warga hingga rekomendasi dari kelurahan dan kecamatan, dan dari rekomendasi itu kami sudah mengurus perijinan di tingkat Dinas Kota Depok,” kata Prasetyo.

Ketika ditanya soal Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang masih dalam proses sementara progres pembangunan sudah mencapai 60 persen. Dia berkilah hal itu terpaksa dilakukan lantaran pihaknya mengejar target penyelesaian pembangunan, yang harus rampung pada 6 Desember 2021, sebagai batas akhir pelaksanaan pembangunan.

“Pembangunan gedung fakultas kedokteran ini menggunakan dana dari pemerintah tepatnya dari Kementerian Pendidikan dan Kementerian Keuangan. Jika kami menunggu IMB jadi baru mulai pembangunan, dapat dipastikan tidak akan selesai dan itu akan menjadi masalah besar dalam pertanggung jawaban keuangan kepada pemerintah,” ungkapnya.

Selain soal lahan milik warga dan IMB pihak UPN Veteran juga bakal mengakomodir protes Ketua RW5, Kelurahan Limo, Mizar David soal lahan milik warga yang overlap dengan lahan milik Kampus UPN Veteran. “Semua akan kami selesaikan secara baik baik bersama-sama dengan warga,” janji Prasetyo.

Disisi lain, Misra Yusuf selaku ahli waris dari Daud Yusuf pemilik lahan seluas 160 meter persegi yang diuruk oleh pihak UPN Veteran, mendesak manajemen UPN Veteran untuk segera menyelesaikan pembayaran atas tanah tersebut.

“Ya memang kemarin sudah ada pertemuan soal kemungkinan tanah kami akan dibeli kampus. Kami minta jangan lama-lama karena ditanah kami sudah diratakan oleh pihak kampus,” kata Misra.

Hal senada dilontarkan Muniroh pemilik lahan seluas 400 meter persegi. “Ya, kami ingin masalah ini segera diselesaikan jangan sampai berlarut larut,” tegas Muniroh.

Sementara, juru bicara warga Lukman Hakim meminta kepada pihak Civitas UPN Veteran dapat mengakomodir aspirasi warga, baik menyangkut lahan warga yang telah dioptimalkan kampus maupun soal hak warga. Salah satunya mendapatkan jaminan keamanan atas keberdaan bangunan dan proses pengerjaan gedung berlantai 9 didekat permukiman warga.

“Pekan depan kami dijanjikan untuk menindaklanjuti musyawarah hari ini (Kemarin), kami ingin semua selesai dalam musyawarah itu,” tutur Lukman.

Selain dihadiri perwakilan warga dan pihak kampus UPN Veteran Jakarta, musyawarah yang difasilitasi Lurah Limo, AA. Abdup Khoir juga dihadiri Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Limo, Abdul Hamid dan sejumlah pengurus lingkungan setempat. (rd/tul)