Ketua Pansel CASN Depok Supian
Ketua Panitia Seleksi Pengadaan Calon Aparatur Sipil Negara Kota Depok, Supian Suri. FOTO: IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Panitia Seleksi Pengadaan Calon Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kota Depok Tahun Anggaran 2021, mengumumkan ketentuan dan jadwal Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkot Depok. Salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh peserta sebelum mengikuti ujian SKD CPNS, yaitu wajib menunjukkan surat keterangan Swab RT PCR dengan hasil negatif atau non reaktif.

Ketentuan lainnya yang harus dipatuhi peserta ujian SKD di antaranya, peserta wajib membawa kelengkapan administrasi seperti Kartu Tanda Peserta Ujian yang dicetak berwarna. Kemudian KTP asli, kartu keluarga asli atau fotokopi, peserta juga wajib membawa alat tulis pensil kayu bukan pensil mekanik.

Lalu printout formulir Deklarasi Sehat yang telah diisi melalui form di halaman resume pendaftar di website SSCASN dalam kurun waktu tiga hari sebelum mengikuti ujian seleksi, dan paling lambat H-1 sebelum ujian.

“Surat keterangan hasil swab RT PCR asli, kurun waktu maksimal 2 x 24 jam, atau surat keterangan hasil rapid test antigen asli kurun waktu maksimal 1 x 24 jam dengan hasil negatif atau non reaktif. Yang pelaksanaannya wajib sebelum mengikuti ujian SKD,” ungkap Ketua Panitia Seleksi Pengadaan Calon Aparatur Sipil Negara Kota Depok, Supian Suri dalam keterangan resmi yang diterima Radar Depok, Selasa (31/8).

Selain itu, peserta dengan hasil swab test RT PCR atau rapid test antigen yang dinyatakan positif atau reaktif, diwajibkan segera melapor ke panitia seleksi sebelum pelaksanaan ujian dengan mengirimkan scan asli hasil swab test RT PCR atau rapid test antigen positif ke email [email protected]. Hal itu agar dapat dijadwalkan ulang seleksinya setelah peserta tersebut dinyatakan sembuh, dan jadwal tahapan belum pada tahap pengumuman hasil SKD.

Apabila tidak melaporkan ke panitia seleksi sampai dengan batas waktu H-1 sebelum pelaksanaan ujian SKD dari sesi peserta tersebut, dianggap mengundurkan diri.

“Saya mengingatkan kepada seluruh peserta, atau keluarga peserta seleksi CASN bahwa hasil dari proses CASN ini adalah murni hasil tes peserta. Tidak ada intervensi siapapun. Jadi jangan percaya kalau ada pihak-pihak yang mengaku dapat membantu proses kelulusan seleksi CASN siapapun orang itu,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Depok ini.

Hal lain yang perlu diperhatikan, peserta seleksi dianjurkan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari sebelum pelaksanaan ujian. Peserta tidak diperkenankan mampir ke tempat lain sebelum ke tempat ujian. Dan tetap memerhatikan jaga jarak minimal satu meter dengan orang lain, serta selalu menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, atau menggunakan handsanitizer.

“SKD untuk peserta seleksi CASN yang memilih titik lokasi Kota Depok, akan dilaksanakan di Gedung Balai Rakyat Depok II, mulai tanggal 2 sampai 6 Oktober,” terang Supian.

Kemudian peserta dapat melihat atau mengecek jadwal seleksi masing-masing melalui web bkpsdm.depok.go.id. Supian menegaskan, yang berbeda pada seleksi CASN kali ini, dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19, peserta wajib mengisi deklarasi sehat melalui website SSCASN yang merupakan pernyataan kondisi kesehatan yang sebenarnya dari peserta.

“Kami harap seluruh peserta selalu menjaga protokol kesehatan, dan memantau perkembangan informasi seleksi CASN melalui web bkpsdm,” ucap Supian.

Senada, Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, Mary Liziawati menuturkan, berdasarkan Surat Edaran Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 7 tahun 2021 terdapat beberapa prosedur penyelenggaraan seleksi. Di antaranya peserta menyiapkan dokumen yang diperlukan, agar dapat sampai di lokasi seleksi dan mengikuti seleksi sesuai jadwal yang telah ditentukan. Peserta hadir paling lambat 60 menit sebelum seleksi dimulai untuk proses registrasi, dan pemeriksaan kelengkapan dokumen persyaratan peserta seleksi.

“Peserta harus memakai masker menutupi hidung hingga dagu menggunakan masker tiga lapis (dengan masker medis), ditambah masker kain di bagian luar. Untuk pengantar peserta berhenti di drop zone yang sudah ditentukan,” tuturnya.

Peserta seleksi juga wajib diukur suhu tubuhnya. Peserta yang suhu tubuhnya lebih dari 37,3’C dilakukan pemeriksaan ulang paling banyak dua kali dengan jarak waktu pemeriksaan lima menit, dan ditempatkan pada tempat yang ditentukan. Serta peserta seleksi yang suhu tubuhnya kurang dari 37,3’C langsung menuju ke bagian registrasi untuk diperiksa kelengkapan yang dipersyaratkan. Seperti KTP, kartu keluarga, dan kartu peserta seleksi.

“Kemudian peserta melakukan scan barcode untuk mendapatkan PIN Registrasi. Penitipan barang dilakukan secara mandiri di tempat yang ditentukan, dan tetap menjaga jarak minimal satu meter,” pungkasnya. (rd/gun/**)

 

Jurnalis/Editor: M. Agung HR