tiga kurir sabu divonis mati
SIDANG VONIS : Suasana saat sidang vonis berlangsung secara virtual di Ruang Sidang 2 Kantor Pengadilan Negeri Depok, Senin (13/9). ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tiga terdakwa perkara narkotika jenis sabu seberat 267 kilogram divonis hukuman mati oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Depok, yang dipimpin Andi Musafir dengan anggota Fauzi dan Ahmad Fadil, Senin (13/9).

Andi mengatakan, jika para terdakwa telah mengakui perbuatannya. Atas pengakuan terdakwa sebagai kurir, hanya menerima upah dikarenakan keadaan ekonomi sekarang ini.

Namun, alasan tersebut tidak dapat diterima Majelis Hakim sebab para terdakwa mendapatkan keuntungan dari transaksi barang haram itu, sehingga permohonan terdakwa ditolak Majelis Hakim.

“Ketiganya telah dinyatakan melanggar hukum yang diatur dalam pidana pasal 114 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” kata Andi saat pembacaan putusan yang digelar secara online di Ruang Sidang 2 PN Depok.

Diketahui, terdakwa antara lain Junaidi alias Edi (30), Zulkarnain alias Ijul (25), dan Eko Saputra alias Eko (25).

Ia melanjutkan dalam pembacaan putusan, jika Majelis Hakim sependapat dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menyatakan, ketiga terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah, tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 (lima) gram. “Sehingga mejantuhkan pidana mati pada masing-masing terdakwa,” tegas Andi.

Adapun barang bukti yang naik pada persidangan satu unit mobil merk Toyota Kijang Super KF 80 Long Bensin dengan Nomor Polisi BM-1179-RS tahun 1998, Warna Biru metalik, Nomor Rangka : MHF11KF8000041250, Nomor Mesin : 7K-0210901, STNK atas nama Zulkifli alamat Sri Indra Pura Gg. Istikomah 12 RT.11 Kelurahan Bukit Timah, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai.

Kedua, satu unit mobil merk Honda Jazz GE-8 1.5 E AT (CKD) dengan Nomor Polisi BM-1385-DS tahun 2012, Warna Putih Orchid Mutiara, Nomor Rangka : MHRGE8860CJ209815, Nomor Mesin : L15A7-4762601, STNK atas nama Faradina Liviesta, alamat Komplek Talang No.181 RT.004/RW.005 Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis berikut STNK asli dan kunci kontak, dirampas untuk Negara.

Sementara mengenai barang bukti narkotika jenis sabu dengan jumlah berat brutto dengan total keseluruhan dari Poin A-N, yaitu seberat 267.329,6 gram, lalu satu buah koper merk Polo Happy warna biru tua, satu buah koper merk Polo Milano warna biru muda, satu buah koper merk Polo Lock warna silver, satu buah tas selempang merk Eiger warna hitam yang di dalamnya berisi KTP dan SIM A atas nama Zulkarnain. Satu buah kartu ATM BRI nomor kartu 6013011109576784, satu buah kartu ATM BRI nomor kartu 5221845040458671.

Selanjutnya, satu unit HP merk Vivo V15 Pro warna biru, satu unit HP merk Apple Iphone 11 Pro Max (A2218) warna gold, satu unit HP merk Vivo Y12 warna merah dan nomor Simcard 085304558466, satu buah tas selempang merk Passport warna hitam yang di dalamnya berisi KTP dan SIM C atas nama Eko Saputra alias Eko, satu buah kartu ATM Mandiri nomor kartu 4097662808461738, satu buah kartu ATM mandiri nomor kartu 4616993267405813, dan satu buah kartu ATM BRI nomor kartu 6013014000893340, satu unit HP merk SAMSUNG Flip warna hitam, satu unit HP merk Vivo Y20 2020 warna biru.

“Semuanya itu dirampas untuk dimusnahkan,” tegas Andi saat pembacaan.

Atas vonis tersebut, para terdakwa beserta Penasehat Hukumnya di dalam persidangan menyatakan, pikir-pikir atas vonis tersebut. Sehingga Majelis Hakim memberikan kesempatan kepada para Terdakwa dan Penasehat Hukumnya pikir-pikir selama tujuh hari. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro