samsat
TAAT PAJAK : Para wajib pajak membayar PKB di halaman Kantor Samsat Wilayah Depok I, Selasa (14/9). DAFFA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Program Triple Untung Plus 2021 yang berlangsung dari 1 Agustus lalu, pelan-pelan dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Terbukti, relaksasi pajak tersebut selain meningkatkan minat dan kesadaran masyarakat, juga capaian rata-rata pajak kendaraan bermotor (PKB) 6-7 persen dari bulan sebelumnya.

Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan (P3D) Wilayah Depok I, Dadi Darmadi mengatakan adanya triple untung plus sebagai relaksasi pajak bertujuan untuk meningkatkan minat dan kesadaran masyarakat guna menunaikan kewajiban pajak kendaraannya. Hadirnya relaksasi, membuat pemilik kendaraan tak perlu membayar denda bahkan akan diberikan diskon.

“Alhamdulillah, Triple Untung Plus sangat menarik animo masyarakat selama Agustus sampai saat ini. Biasanya pendapatan rata-rata harian itu di angka 0,20 persen dan sekarang di angka 0,30 persen,” ujarnya kepada Radar Depok, Senin (14/9).

Dalam tujuh pekan program triple untung plus, lanjut Dadi, ini baru masuk total Rp61,7 miliar dengan rincian untuk pembayaran pajak roda dua Rp14,2 miliar dan roda empat Rp47,4 miliar. Sementara target global yang harus dicapai sebanyak Rp286,3 miliar.

“Capaian sampai saat ini sudah 21,58 persen dengan jumlah total kendaraan sebanyak 67.813 unit kendaraan terdiri dari roda dua ada 52.059 unit kendaraan, dan 15.772 unit Kendaraan roda empat. Tapi itu masih kurang ,” bebernya.

Untuk lebih menaikan minat membayar pajak melalui program triple untung plus sampai Desember 2021 akan mengambil sejumlah langkah. Seperti menggelar sosialisasi kepada masyarakat.

“Kita masih terus melakukan sosialisasi ke masyarakat walaupun kondisinya masih serba terbatas. Mudah-mudahan keadaan makin membaik, level PPKM lebih menjadi rendah sehingga kita lebih leluasa lagi melaksankan sosialisasi secara langsung ke masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Kasi Pendataan dan Penetapan Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah (P3D) Wilayah Depok I, Fredy Hermanto menerangkan, realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di P3D Depok I telah menyentuh 51,99 persen atau Rp299,7 miliar.

Angka tersebut masih cukup jauh untuk memenuhi target tri wulan ketiga PKB 2021.

“Target tri wulan ketiga PKB 2021 mencapai 65 persen atau sebesar Rp 374.772.208.850 dan tahunan 100 persen atau Rp576 miliar. Meskipun adanya triple untung plus ini, mendongkrak 6-7 persen dalam satu bulan berjalan,” terangnya.

Sekedar informasi, Program Triple Untung Plus 2021 masih berlangsung dari 1 Agustus sampai dengan 24 Desember 2021. Insentif keringanan yang ditawarkan antara lain pembebasan denda keterlambatan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), bebas Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) II, bebas tunggakan PKB tahun kelima, diskon BBNKB, dan diskon pokok PKB sampai 10 persen, bagi yang membayar sebelum jatuh tempo.

Syarat dan ketentuannya berlaku bagi orang pribadi yang memiliki dan atau yang menguasai kendaraan bermotor serta berlaku bagi badan, pemerintah, Pemdaprov Jabar, pemerintah daerah kabupaten/kota, dan pemerintah desa.

Relaksasi pajak merupakan upaya dari Pemda Provinsi Jawa Barat untuk menambah pemasukan asli daerah. Dadi mengaku optimalisasi pajak PKB belum optimal, selain pandemi Covid-19, daya beli masyarakat Depok menurun dan berdampak kepada pembayaran pajak kendaraan. (rd/daf)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Junior Williandro