pelayanan dukcapil
MENGURUS : Suasana loket 1 pelayanan Disdukcapil Kota Depok, Rabu (29/9). DAFFA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok terus melakukan percepatan perekaman bagi masyarakat wajib E-KTP (KTP elektronik) dan anak-anak agar memiliki Kartu Identitas Anak (KIA). Sampai September 2021, 5.369 masyarakat belum melakukan perekaman E-KTP dan 287.344 anak belum punya KIA.

Kepala Disdukcapil Kota Depok, Nuraeni Widayatti mengatakan, dari 1,873,042 masyarakat Kota Depok, sebanyak 1.359.409 diantaranya dinyatakan wajib KTP-el karena telah berusia 17 tahun ke atas. Sampai Selasa (28/9) ada 5.369 orang belum melakukan perekaman.

“Jumlah tersebut saat ini tentunya terus mengalami penurunan, sejalan dengan percepatan layanan yang kami lakukan. Target kami 99,8 persen masyarakat wajib KTP-el sudah melakukan perekaman,” ujarnya kepada Radar Depok, Selasa (28/9).

Dikatakannya, selama 2021 dari Januari sampai Agustus, sebanyak 22.303 masyarakat sudah melakukan perekaman untuk E-KTP, dengan 3.186 masyarakat setiap bulannya. Sementara, 134.498 E-KTP sudah dicetak.

Dia mengaku, meski ratusan ribu E-KTP sudah dilakukan pencetakan. Nyatanya masih banyak masyarakat yang belum mengambilnya, untuk itu pihaknya sudah bekerjasama dengan layanan delivery bagi yang tidak punya waktu mengambilnya dokumen kependudukan nya .

“Sekarang masih banyak ga diambilin, kami mengupayakan KTP-el delivery lewat pihak ketiga jasa pengiriman. Yang mau daftar silahkan ke link jasa pengiriman,” terangnya.

Beberapa faktor menjadi penyebab ribuan orang wajib E-KTP belum melakukan perekaman. Diantaranya remaja tersebut tidak sedang berada di Kota Depok lantaran ikut orang tuanya dinas maupun mengenyam pendidikan pesantren, dan atau ada yang sudah pindah tetapi belum mengajukan surat pindah.

“Masyarakat pada umumnya kan taunya perekaman bisa dilakukan saat berusia 17 tahun. Padahal, sebelum menginjak umur tersebut sudah bisa melakukan perekaman. Nantinya, saat pas 17 tahun, mereka bisa langsung mengambil E-KTPnya di kelurahan setempat ,” bebernya.

Kemudian, anak-anak usia 0-17 tahun kurang sehari, harus memilik identitas berupa Kartu Identitas Anak (KIA), saat ini tercatat masih banyak yang belum memiliki KIA. Sampai Senin (20/9) sebanyak 207.344 anak belum memiliki KIA. Pihaknya menargetkan bisa memberikan KIA kepada seluruh anak pada tahun 2024.

“Total anak-anak di Kota Depok itu mencapai 513.633 anak. Lalu, Yang sudah cetak KIA sebanyak 306.289 anak atau 59,6 persen,” ucapnya.

Meskipun begitu, lanjut Nuraeni, jumlah tersebut sudah melebihi target KIA nasional tahun 2021 sebesar 30 persen. Kota Depok sendiri memiliki target 50 persen untuk memenuhi hak anak dengan memiliki KIA pada RPJMD kita Depok.

“Alhamdulillah sudah memenuhi target. Baik target nasional sebesar 30 persen maupun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021 sebanyak 50 persen,” tandasnya. (rd/daf)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Junior Williandro