vaksinasi di kecamatan bojongsari
ANIMO TINGGI : Petugas pendaftaran vaksin di Kecamatan Bojongsari sedang melayani warga yang mengikuti program Gebyar Vaksinasi Kota Depok. INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, BOJONGSARI – Tingginya animo peserta program Gebyar Vaksinasi Kota Depok di sejumlah kecamatan, membuat Pemerintah Kota Depok memperpanjang program tersebut menjadi dua sesi, dengan tambahan waktu selama tiga hari. Salah satu kecamatan yang mendapatkan kuota tambahan adalah Kecamatan Bojongsari.

Camat Bojongsari, Dede Hidayat mengatakan, animo warganya dalam mengikuti vaksin ini sangat tinggi. Hal ini terbutki dari hasil pelaksanaan vaksinasi sesi pertama yang mencapai 5000 orang lebih. “Kami targetkan 5.000 orang, tapi yang tervaksin 5.798 warga,” kata Dede, Kamis (9/9).

Dia mengungkapkan, selain jumlah warga yang mendapatkan vaksinasi melebihi target, ternyata jumlah pendaftar juga sangat melampaui target, sehingga mereka kembali memperpanjang vaksinasi ke sesi ke dua mulai dari 8-10 September.

Karena yang daftar sangat banyak, dan jumah yang ditunda vaksin sesi pertama juga banyak, kita akhirnya memperpanjang vaksinasi ini,” ucapnya.

Pada vaksinasi sesi ke dua ini, mereka menyiapkan vaksin untuk 2.340 warga, dengan rincian setiap hari maksimal hanya 7000-an orang. “Mekanisme vaksin sesi kedua ini sama saja seperti sesi pertama, ada pendaftaran dan screening,” tuturnya.

Dia menyebutkan, pelaksanaan vaksinasi sesi ke dua di Kecamatan Bojongsari sudah berjalan dua hari. Ada 1.151 warga yang mendaftar, 1.066 yang lolos vaksin, dan 97 orang gagal screening.

Kegagalan vaksin rata-rata diakibatkan darah tinggi, komorbit, dan penyintas belum tiga bulan. Untuk yang darah tinggi bisa mencoba lagi pada hari yang ketiga, mudah mudahan stabil tekanan darahnya,” bebernya.

Dia berharap, dengan dilakukannya vaksinasi ini, herd imunnitty di Kecamatan Bojongsari bisa segera terwujud, sehingga pandemi ini bisa segera selesai. “Untuk yang sudah divaksin juga terus kita imbau agar tetap mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya. (rd/dra)

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Junior Williandro