yenny wahid foundation
SAMBUTAN : Pengurus Wahid Foundation, Yenny Wahid sedang memberi sambutan dalam kegiatan peringatan hari lahir Gusdur dan Wahid Foundation.

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Peringati Hari Lahir Gus Dur dan Wahid Foundation ke-17, Wahid Foundation berkomitmen terus menemani masyarakat promosikan nilai perdamaian dan tingkatkan solidaritas lintas identitas. 

Wahid Foundation memperingati hari lahir Gus Dur sekaligus Dies Natalis Wahid Foundation ke-17 pada Selasa, (7/9) di melalui daring. 

Tepat 7 September 2004 silam, Wahid Foundation dahulu Wahid Institute, didirikan sebagai organisasi masyarakat sipil oleh Gus Dur atau KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Republik Indonesia ke-4 untuk mewujudkan cita-citanya membangun Indonesia yang damai, adil, dan sejahtera. 

Peringatan hari lahir Gus Dur dan Wahid Foundation tersebut disemarakkan dengan penurunan giant banner bertuliskan selamat hari lahir Gus Dur dan Wahid Foundation ke-17 di Stadion Mandala Krida oleh altet panjat tebing Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yogyakarta dan pemotongan nasi tumpeng oleh Direktur Wahid Foudation, Yenny Wahid di Taraman kafe, Sleman, DIY Yogyakarta. 

Selain penurunan giant banner dan pemotongan nasi tumpeng, peringatan hari lahir yang disiarkan secara langsung melalui platform youtube dan facebook tersebut juga diwarnai doa bersama dari 17 desa dampingan Wahid Foundation dalam Program Desa Damai yang tersbar di 4 Provinsi di Pulau Jawa secara serentak melalui daring. 

Dalam peringatan tersebut, Yenny Wahid yang membuka sekaligus memberikan sambutan menegaskan Wahid Foundation berkomitmen untuk menemani masyarakat mempromosikan perdamaian dan menyerukan solidaritas sosial lintas identitas sesuai dengan cita-cita Gus Dur. 

“Hari lahir Gus Dur bukan sekadar peringatan biasa. Hari ini menjadi momentum bagi Wahid Foundation yang juga merayakan hari lahirnya yang ke-17 dan juga kita semua untuk meneruskan cita-cita Gus Dur, yaitu menjadikan bangsa kita bangsa yang damai, adil, dan sejahtera. Oleh karena itu kami akan terus bersama masyarakat untuk mempromosikan perdamaian dan memperkuat solidaritas lintas identitas, sehingga bisa dicapai kesejahteraan dan keadilan bagi semua, ” Katanya saat memberikan sambutan. 

Yenny mengatakan, di berbagai kesempatan, dia juga selalu mengajak semua masyarakat untuk menguatkan solidaritas. Menurutnya, solidaritas masyarakat menjadi kekuatan utama keberhasilan bangsa Indonesia melewati segala tantangan seperti pandemi yang sedang berlangsung saat ini.

“Pandemi ini bisa berlalu jika kita semua kompak untuk melawanya, bukan hanya berpangku tangan kepada Pemerintah,” tuturnya. 

Kedepan, Yenny, Wahid Foundation sebagai organisasi masyarakat sipil berkomitmen akan terus berkontribusi untuk negeri dalam menanamkan nilai-nilai perdamaian dan keadilan bagi masyarakat.

Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden (KSP) yang juga pernah berkiprah di Wahid Foundation, Rumadi Ahmad mengatakan Wahid Foundation telah jauh melampaui tataran gagasan yang ditetapkan. 

“Wahid Foundation kita tahu tidak hanya bekerja pada tahapan pemikiran dan gagasan saja, akan tetapi sudah pada tahap membantu masyarakat melalui program-program pemberdayaan seperti Peace Village. Kami harap berkah yang Gus Dur cita-citakan ini bisa semakin dirasakan oleh masyarakat.” Imbuhnya saat memberikan testimoni terhadap hari lahir Gus Dur dan Wahid Foundation yang ke-17. 

Acara Peringatan yang digelar secara daring tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pihak diantaranya Menteri Agama RI, Yaqout Cholil Qoumas, UN Women Representative and Liaison for ASEAN, Jamshed M Kazi, dan CEO The Indonesia Channel, Dalton Tanonaka. (rd/dra)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Pebri Mulya