bioskop
BERJALAN : Pengunjung sedang berlalu-lalang di dalam CGV D’Mall, Kamis (16/9). FOTO : DANA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Movie mania di Kota Depok memang sudah menunggu-nunggu waktu ini. Kamis (16/9), sejumlah bioskop telah beroperasi. Persyaratan yang rumit : wajib vaksin dua kali dan kapasitas dibatasi hanya 50 persen. Kendati persyaratannya berat ternyata tak menyurutkan penggila film. Hari pertama disambut antusias.

Brand Marketing dan Partnership Head Cinepolis Cinemas Indonesia, Indriana Listia Rahmawati menyebut, dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi diharapkan bisa mendeteksi masyarakat, atau pengunjung bioskop Cinepolis yang terpapar Covid-19. “Jadi yang masuk dalam bioskop bisa dipastikan dalam keadaan sehat dengan tetap pemerhatikan Prokes,” ujarnya kepada Harian Radar Depok, Kamis (16/9).

Di hari pertama ini (kemarin), pihaknya menyebut masyarakat sudah cukup antusias. Karena memang sudah lama bioskop ditutup. Sehingga, ketika dibuka, masyarakat ingin mengobati rindunya untuk menonton film di bioskop. “Berdasarkan pantauan kami, di Cinepolis sendiri pengunjung sudah cukup antusias,” tuturnya.

Kapasitas normal, kata dia, setiap theater bisa menampung 100 sampai 200 kursi dengan luas yang berbeda-beda. Tetapi, selama pandemi satu theater 60 hingga 70 orang saja. “Setiap selesai penayangan film, selalu dilakukan penyemprotan disinfektan. Dengan diberikan  jeda waktu 30 menit antara film satu ke film selanjutnya,” ujarnya.

Makan dan minum, juga tidak diperbolehkan di dalam bioskop. Bahkan, pihak bioskop juga tidak menjual aneka makanan dan minuman untuk mencegah penyebaran Covid-19. Tidak hanya sampai disitu, pihak Cinepolis juga selalu memberikan himbauan kepada pengunjung untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

“Dari pengunjung baru tiba dan melakukan pemesanan tiket hingga selesai penayangan film, kami selalu menghimbau masyarakat untuk mentaati prokes yang ada,” tegasnya.

Selain Cinepolis Cinemas Indonesia, jaringan bioskop CGV Indonesia juga beroperasi di sejumlah kota. Tidak hanya di Jakarta, bioskop-bioskop CGV yang berlokasi di Bandung, Cirebon, Tegal, Depok, Bekasi, Karawang, Cikarang, Yogyakarta, Purwokerto, Jember, Kediri, Palembang, Padang, Pekanbaru, Makkasar, Manado, dan Samarinda juga mulai buka.

bisokop cgv
LULU/RADAR DEPOK
SCAN : Pengunjung CGV D’Mall melakukan scan QR Code aplikasi PeduliLindungi, sebelum masuk bioskop, Kamis (16/9).

PR and Corporate Communication CGV Marsya Gusman mengatakan antusiasme masyarakat cukup tinggi pada hari pertama pengoperasian bioskop kembali. “Cukup tinggi apalagi di hari pertama ini sudah banyak sekali yang menanti-nati sejak tanggal 14 kemarin,” kata Marsya.

Menurutnya, jumlah penonton di akhir pekan kemungkinan akan makin meningkat. Sebab, ini merupakan minggu pertama bioskop beroperasi sejak ditutup 5 Juli 2021 lalu. “Sabtu atau Minggu bisa lebih banyak lagi,” ucapnya.

Marsya menyebut penonton harus mengikuti sejumlah syarat apabila hendak menonton di CGV Indonesia. Antara lain, calon penonton wajib telah menerima vaksin, menjalankan protokol kesehatan, memakai masker, harus berusia di atas 12 tahun, dan tidak makan minum di dalam bioskop.

“Terus mencuci tangan, memakai handsanitizer, dan social distancing, serta persiapkan aplikasi peduli lindungi karena akan bisa dicek lagi,” imbuh Marsya.

Sementara, Head of Marcomm TSM Cibubur, Farrah Eddy menerangkan, bagi setiap pengunjung yang masuk harus menggunakan aplikasi Peduli Lindungi dengan indikator warna Hijau, selain itu tidak boleh masuk. Serta wajib sudah divaksin 2 Kali. “Untuk kapasitasnya juga tentu dibatasi, maksimalnya 50 persen dari kapasitas normal,” ucapnya kepada Radar Depok, Kamis (16/9).

Untuk mengantisipasi adanya penyebaran virus Covid-19 di bioskop ataupun mal, pihak TSM mengikuti seluruh anjuran pemerintah. Dengan melaksanakan perketatan di pintu masuk dengan menggunakan aplikasi dan usia 12 tahun kebawah tidak diperkenankan masuk.  “Kami juga memiliki Satuan Gugus Covid-19 Management Mal, yang setiap saat berkeliling untuk mengingatkan 3 M kepada setiap pengunjung,” terangnya.

Sebelumnya, Walikota Depok Mohammad Idris menerbitkan aturan baru perpanjangan PPKM Level 3 di wilayahnya. Bioskop di Depok kini boleh beroperasi dengan kapasitas 50 persen. Perpanjangan PPKM level 3 di Depok ini menyesuaikan aturan pemerintah pusat sampai 21 September. Belum ada penyesuaian baru yang signifikan.

“Perpanjangan ketiga pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat level 3 Corona Virus Disease 2019 terhitung mulai 14 September sampai 21 September 2021,” ujar Idris.

Aturan baru ini tertuang dalam Surat Keputusan Wali Kota Depok Nomor 443/403. Aturan soal operasional bioskop di Depok diwajibkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk proses skrining pengunjung dan pegawai. Kemudian kapasitas paling banyak 50 persen kapasitas dan hanya untuk kategori hijau dalam PeduliLindungi yang boleh masuk. “Pengunjung usia di bawah 12 tahun dilarang masuk,” tandasnya Idris.(tul/rd)

Jurnalis : Lutviatul Fauziah 

Editor : Fahmi Akbar