vaksin sekolah perjuangan 1
VAKSIN PELAJAR : Siswa dari salah satu sekolah dalam naungan YPKMD sedang disuntik vaksin Covid-19. FOTO : PEBRI/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Yayasan Perjuangan Khalifah Masa Depan (YPKMD) mengadakan kegiatan vaksinasi virus Korona (Covid-19) untuk siswa dan juga masyarakat sekitar sekolah. Dalam kegiatan tersebut, yayasan yang berlokasi di Jalan Kepupu Barat, Kecamatan Pancoranmas tersebut, menyediakan 500 vaksin.

Kepala SMA Perjuangan Terpadu, Edi Triyono mengatakan, siswa yang divaksin dalam kegiatan tersebut, merupakan siswa yang sudah layak dari segi usia yakni minimal 12 tahun. Jadi, mulai dari siswa SD, SMP, SMA dan SMK.

“Kami menyiapkan 400 vaksin untuk siswa dan juga pendidik dan tenaga kependidikan. Sedangkan, untuk masyarakat umum dan juga orang tua siswa ada 100 dosis vaksin,” ucapnya kepada Radar Depok.

Edi menuturkan, tetapi tentunya untuk bisa mendapatkan pelayanan vaksin Covid-19, mereka harus layak dulu dari hasil screning yang dilakukan petugas kesehatan. Ini juga merupakan kerjasama dengan pihak Polsek Pancoranmas dari petugasnya.

vaksin sekolah perjuangan 2
TES : Pendidik dan tenaga kependidikan YPKMD sedang menjalani tes kesehatan sebelum di vaksin Covid-19. FOTO : PEBRI/RADAR DEPOK

“Selain lolos dari screning, orang yang divaksin harus berjarak tiga bulan jika mereka pernah terpapar Covid-19,” terangnya.

Edi menjelaskan, kegiatan vaksinasi Covid-19 tersebut merupakan bagian dari proses kelayakan untuk bisa menggelar pendidikan tatap muka (PTM) Terbatas yang rencananya akan diadakan bulan Oktober 2021. Dimana, dari semua jenjang pendidikan yang termasuk di YPKMD ada sekira 1.000 siswa, dan beberapa dari mereka sudah tervaksin secara mandiri, baik di puskesmas, lingkungan, atau tempat kerja orang tuanya.

Rencananya, untuk kegiatan vaksin tahap kedua akan diadakan pada awal Oktober 2021. Edi pun berharap, semua bisa tervaksin sampai dosis kedua, sehingga imunnya lebih kuat dalam menghadapi Covid-19.

“Hitungannya ada sekitar 500 siswa yang layak divaksin dari segi usia, dan 500 lagi tidak mungkin di vaksin karena usianya masih dibawah 12 tahun,” tuturnya. (rd)

 

Jurnalis/Editor : Pebri Mulya