aplikasi pencaker
MENCOBA : Salah satu warga Depok sedang membuka aplikasi BKOL Depok untuk mencari pekerjaan, Minggu (10/10). DAFFA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok terus berupaya memfasilitasi Pencari Kerja (Pencaker) untuk mendapatkan pekerjaan. Terhitung, sampai September 2021, sebanyak 1.111 tenaga kerja sudah terserap ke berbagai perusahaan, melalui aplikasi Bursa Kerja Online (BKOL) Kota Depok maupun perusahaan yang melakukan rekruitmen sendiri

Kepala Disnaker Kota Depok, Mohamad Thamrin menjelaskan, dalam pengoptimalan keberadaan BKOL. Sejauh ini, sudah ada puluhan perusahaan yang telah bergabung dan aktif dalam program tersebut.

“Program ini menyajikan pengumuman rekruitment perusahaan yang bisa dilihat langsung oleh Pencaker. Data perusahaan yang terdaftar dalam program BKOL sebanyak 47 perusahaan, angka tersebut akan terus bertambah seiring berjalannya waktu,” ujarnya kepada Radar Depok, Minggu (10/10)

Thamrin menyebut, sampai September 2021, data pencaker yang telah mendaftarkan diri melelaui BKOL mencapai 3.464 orang. Sementara, untuk tingkat penyerapan tenaga kerja di Kota Depok mencapai ribuan orang.

“Sampai dengan September 2021, sebanyak 1.111 orang terserap di perusahaan. Terdiri dari perusahaan yang mendaftarkan lowongannya ke aplikasi BKOL Depok dan perusahaan yang melakukan rekruitmen sendiri,” bebernya.

Disamping digunakan untuk mencari loker, lanjut Thamrin, para pencaker juga bisa memanfaatkan BKOL sebagai sarana informasi berbagai pelatihan kerja. Hal ini dimaksudkan agar mereka bisa mengasah skill yang dimiliki, baik sebagai pekerja maupun wirausaha.

“Mereka yang mau ikut pelatihan tentunya harus memenuhi sejumlah persyaratan, salah satunya kartu kuning. Mudah-mudahan pembekalan ini mengurangi angka pengangguran di Kota Depok, dengan bekerja di suatu perusahaan atau membuka lapangan pekerjaan sendiri,” tuturnya.

Senada dengan itu, Kasi Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kota Depok, Meidi Hendianto Gunawan mengungkapkan, di masa pandemi seperti sekarang ini, membuat perusahaan masih sedikit yang membuka lowongan pekerjaan.

Untuk mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja, disnaker terus menerus melakukan sosialisasi baik kepada perusahaan untuk mendaftar atau membuka lowongannya di BKOL, juga kepada masyarakat yang sedang mencari pekerjaan agar dapat mempunyai kartu kuning sehingga mengurangi angka pengangguran di Kota Depok.

Dia menambahkan, Adapun cara membuat kartu kuning dengan cara mengakses aplikasi bursa kerja online Kota Depok yang sudah tersedia di playstore atau bisa melalui website bkol.depok.go.id untuk diberikan pelayanan pembuatan kartu kuning atau AK1. “Persyaratan untuk mendapatkan pelayanan kartu kuning adalah fotokopi iazah terakhir, fotokopi KTP, dan pas foto 3×4 sebanyak dua lembar,” tuturnya.

Terpisah, salah satu warga Kota Depok, Dina Susanti mengaku dirinya belum mengetahui jika pemerintah Kota Depok memfasilitasi para pencaker untuk mencari pekerjaan. Kedepan, untuk mendapatkan pekerjaan dan mengasah kemampuan atau skill melalui pelatihan kerja. “ Wah belum tau ya kalau ada aplikasi itu. Menarik sih, mungkin nanti boleh deh dicoba, siapa tau bisa dapet kerjaan,” tandasnya. (rd/daf)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Junior Williandro