PTM
PERSIAPAN PTMT : Wakil Walikota Imam Budi Hartono saat melangsungkan peninjauan PTM di SMP Negeri 2 Depok, Rabu (29/9). FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Pelajar di 17 SMA Kota Depok terpaksa harus belajar dari rumah. Berdasarkan temuan Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah II, belasan sekolah tersebut masih ada kekurangan infrastruktur dalam mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM). Sementara, tingkat PAUD, TK, SD dan SMP siap menjalankan tatap muka pada 4 Oktober 2021.

Kepala KCD Wilayah II, I Made Supriatna menerangkan, sekolah tingkat SMA di Kota Depok masih ada 10 persen lagi yang belum siap mengikuti PTM Terbatas dari 172 SMA/SMK se-Depok.  “Salah satunya karena infrastruktur, juga pihak orang tua belum memberikan izin anaknya,” ucapnya kepada Harian Radar Depok, Kamis (30/9).

Tetapi, belum siap bukan berarti tidak akan membuka tatap muka. Made menyebut, satuan pendidikan juga harus secara perlahan dan hati-hati dalam pelaksanaan PTM ini.  “Mudah-mudahan diakhir bulan Oktober seluruh sekolah bisa melaksanakan PTM Terbatas,” tuturnya.

Disamping itu, vaksinasi siswa bukanlah menjadi prasyaratan untuk PTM Terbatas. Namun, pemerintah tetap mendorong seluruh masyarakat termasuk pelajar diatas 12 tahun keatas agar segera melakukan percepatan vaksinasi.  “Bagi palajar yang belum divaksin tetap diperbolehkan untuk mengikuti PTM Terbatas, tetapi tetap mengikuti seluruh protokol kesehatan (Prokes),” terangnya.

Sementara, Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono menerangkan, hasil simulasi cukup bagus. Tentu diharapkan, antara simulasi dengan pelaksanaan tidak jauh berbeda. Karena tes beberapa kelas, dan sudah ada pembagian. “Semoga jika semua sudah masuk tetap memenuhi standar, dengan mematuhi protokol kesehatan (Prokes) dan tetap harus minta izin orang tua,” ujarnya.

Menurutnya, harus kembali dilakukan evaluasi sekolah mana saja yang sudah siap dan yang belum siap untuk melaksanakan PTM Terbatas.  “Saya berharap, Dinas Pendidikan (Disdik) secara teknis bisa memantau sekolah-sekolah yang belum siap secara teknis untuk tidak diperkenankan melaksanakan PTM Terbatas,” jelasnya selepas menghadiri Rapat Paripurna di DPRD Depok.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wijayanto menerangkan, hingga kini pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar masih terus digencarkan dan menyisir bagi pelajar yang belum.  “Vaksinasi bagi siswa tingkat SMP sudah mencapai 91 persen, sisanya karena memang memiliki penyakit penyerta dan juga orang tuanya tidak siap,” ujarnya.

Berdasarkan simulasi yang sudah dilaksanakan selama dua hari, dia menyebut rata-rata sekolah sudah siap untuk melaksanakan PTM Terbatas. Dia berharap, nantinya pelaksanaan dapat berjalan dengan lancar.

“Karena ini keinginan bersama untuk menghindari dampak lost learing. Biar bagaimanapun, daya tanggkap, sosialisasi, kedisiplinan itu berbeda antara Pembejalaran Jarak Jauh (PJJ) dengan PTM Terbatas,” ungkapnya.

Menurut Wijayanto, yang menjadi bahan evaluasi yakni, kedisiplinan anak-anak terkait penerapan protokol kesehatan.  “Saya liat anak-anak itu kurang betah untuk memakai masker dengan kurun waktu yang ditentukan. Maka kedisiplinan masih harus ditingkatkan,” tandasnya. (tul/rd)

Jurnalis : Lutviatul Fauziah 

Editor : Fahmi Akbar