UPS
MANFAAT PILAH SAMPAH : Petugas salah satu Unit Pengelolaan Sampah (UPS) di Kota Depok sedang beraktifitas melakukan proses merubah sampah organik menjadi kompos. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tampaknya upaya satgas kebersihan dalam memperluas cakupan pemilahan sampah di tingkat RW terus membuahkan hasil. Tercatat ada 200 RW yang secara aktif terlibat pemilahan sampah setiap harinya. Hal ini dinyatakan Kabid Kebersihan dan Kemitraan DLHK Kota Depok, Iyay Gumilar, Kamis (7/10).

“Sekarang semakin bertambah jumlah RW yang aktif pilah sampah. Peningkatan terjadi di masa pandemi. Semakin banyak orang lebih produktif dan lebih peduli sama lingkunganya, itu salahbsatu alasannya,” terangnya.

Ia menerangkan, dari total RW yang aktif terlibat, sedikitnya ada 70 ton sampah organik yang masuk ke seluruh Unit Pengelolaah Sampah (UPS) yang tersebar di Kota Depok. Sejauh ada 31 UPS yang melayani sampah organik, tapi ada beberapa UPS yang tidak berfungsi dengan baik, salah satunya UPS di kawasan Harjamukti karena bermasalah pada akses jalan.

Iyay melanjutkan bahwa dari 200 RW yang aktif, tidak semua bergerak dipemilahan sampah organik dan non organik. Ada beberapa RW yang aktif menghidupkan bank sampah, semua meningkat akibat dampak positif dari pandemi.

“Jadi di RW itu, ada yang pilah sampah organik dan non organik. Ada yang aktif bank sampah. Sejak pandemi ada pergerakan yang positif di lingkungan masyarakat. Hal ini harus dimanfaatkan dan dipertahankan,” lanjutnya.

Setiap hari, 70 ton sampah yang masuk ke UPS organik, dikelola menjadi dua. Pertama, menjadi kompos yang diperuntukan bagi warga Kota Depok. Kedua, pengelolaan sampah menggunakan maggot untuk mengurai sampah organik tersebut.

Bagi warga Depok yang ingin mendapatkan kompos secara, cukup menyertakan KTP Depok kepada petugas di UPS. Untuk pengelolaan sampah menggunakan maggot, nanti maggot tersebut bisa menjadi pakan ikan, sehingga masyarakat bisa budidaya dengan memberikan pakan maggot.

“Silakan datang ke UPS kalau mau kompos. Tunjukan idetitas warga Depok menggunakan KTP, nanti dikasih sama petugas,”papar Iyay.

Perlu diketahui, dari 70 ton sampah organik yang masuk ke setiap UPS yang tersebar. Setiap harinya Kota Depok mampu menghasilkan 10 ton kompos, sehingga masyarakat diharapkan juga aktif meminta hasil kompos untuk bercocok tanam, mengisi waktu agar lebih produktif.

Sesuai data yang dihimpun setiap harinya ada sekitar 1 ton sampah organik yang masyk ke setiap UPS, dengan komposisi 93 persen sampah organik dan 6 persen sampah non organik, biasanya sampah ini ikut terselip saat pengangkutan sampah oleh petugas. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro