stop hoaks

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dosen Pengabdi dari Vokasi Humas Universitas Indonesian (UI), Devie Rahmawati mengatakan pola hidup masyarakat saat ini cenderung kepada ‘dua alam’ yaitu online dan offline. 

“Data Kominfo menunjukkan dalam periode Agustus 2018 hingga 30 September 2021, terdapat 9.025 hoaks, dimana yang tertinggi ialah hoaks kategori Kesehatan sebanyak 1893; pemerintahan sebanyak 1176; disusul politik sebanyak 1265 isu. Temuan isu seputar Covid sendiri sejak Januari hingga 4 Oktober 2021 terdapat 1.929 isu,  dimana Facebook menjadi media sosial tertinggi penyebaran hoaks, diikuti oleh Instagram dan Twitter,” ujarnya, Senin (11/10). 

Menurutnya, penyebaran hoaks tidak dapat diabaikan, mengingat sedikitnya ada tiga dampak dari hoax tersebut yaitu 3K sepert Kerusuhan Sosial, Konflik Politik, dan Kerugian Ekonomi. Seperti contoh Kejadian penyerangan di Yahukimo, Papua yang belakangan ini, disebabkan hoaks.

“Pada tahun 2019, hoaks politik telah menewaskan delapan orang meninggal dalam kerusuhan 22 Mei, yang melibatkan lebih dari 400 pelaku kerusuhan. Sedangkan hoaks perekonomian, yaitu investasi bodong yang disebarkan via online, menurut data OJK terbukti telah merugikan keuangan masyarakat lebih dari Rp100 Triliun, dalam periode tahun 2011-2020,” terangnya. (rd/daf)

 

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Pebri Mulya