angka kematian
JALIN KERJASAMA : Disdukcapil Depok saat menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) Lawas Bucin kepada salah satu Posyandu. DAFFA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok mencatat kinerja pelayanan selama sembilan bulan pelayanan terakhir di tahun 2021 cukup tinggi.

Sebanyak 21.454 kelahiran anak usia 0-18 tahun, 14.704 akta kematian, dan 151.612 pencetakan KTP Elektronik telah diterbitkan. Sementara, masih sekitar 30 ribu anak-anak Kota Depok yang belum memiliki akta kelahiran.

Kepala Disdukcapil Kota Depok, Nuraeni Widayatti mengatakan beragam inovasi pelayanan administrasi dan kependudukan (adminduk) telah digagas. Tak lain, untuk memudahkan masyarakat mengurus seluruh data kependudukan.

Selama sembilan bulan berlangsungnya pelayanan, baik secara tatap muka maupun dalam jaringan (daring), tercatat akta kelahiran 0-18 tahun di Kota Depok telah diterbitkan sebanyak 21.454 lembar, akta kematian 14.704 lembar, dan KTP Elektronik sebanyak 151.612 keping.

“Hitungan rata-rata, per bulan kami menangani 2.384 akta kelahiran bagi anak usia 0-18 tahun dan per harinya 108. Sementara, untuk akta kematian per bulannya sebanyak 1.634 serta hariannya 74, sedangkan pencetakan KTP El per bulannya nya cukup tinggi sebanyak 16.846 keping atau per harinya berkisar 766 keping” ujarnya kepada Radar Depok, Kamis (21/10).

Menurutnya, untuk akta kelahiran, pihaknya memiliki target yang harus dicapai, jika menilik data masih sekitar 30 ribu anak-anak Depok yang belum memiliki akta kelahiran. Saat ini, Disdukcapil terus melakukan skrining.

“Masih terus dilakukan (skrining). Kadang-kadang bisa jadi karena mereka belum melaporkan nomer akta seperti contoh yang lahir di 2013 dan 2014, saat itu sedang baru-barunya transfer data Sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK), jadi ada beherapa yang belum masuk datanya,” bebernya.

Meski begitu, Disdukcapil punya banyak jurus jitu untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memenuhi target capaian tersebut. Salah satunya, melalui Layanan WA Komunitas Bukti Cinta (Lawas Bucin).

“Upaya kami banyak, Lawas Bucin ini menyasar posyandu, RS, Klinik Bersalin, Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) RW1 dan 2 Bojongsari, dan sekolah. Saat ini kami sedang gencar melakukan perjanjian kerjasama (PKS) ke sekolah-sekolah,” ungkapnya.

Nuraeni menyebut, sebanyak 400 satuan pendidikan tingkat SD sampai SMP baik negeri maupun swasta, telah diberikan sosialisasi pengenalan Lawas Bucin. Melalui inovasi tersebut, orang tua murid di sekolah dapat mengurus akta kelahiran, Kartu Identitas dan Anak (KIA) melalui sekolah.

“Sudah ada empat sekolah yang menandatangani PKS, yaitu SMPN 33, SMPN 3, TK dari Yayasan Al-Fath Cipayung, dan TK Nurul Ikhsan Cipayung,” tandasnya. (rd/daf)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Junior Williandro