mahasiswa UI demo
PROTES : Ratusan mahasiswa menggelar protes terhadap PP No. 75 Tahun 2021 tentang Statuta Universitas Indonesia, di depan Gedung Rektorat UI, Selasa (12/10). FOTO : DAFFA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI bersama dosen dan guru besar menggelar aksi demo di Gedung Rektorat menuntut pencabutan Peraturan Pemerintah (PP) No. 75 Tahun 2021 tentang Statuta Universitas Indonesia, revisi dari PP No. 68 Tahun 2013. 

Ketua BEM UI, Leon Alvinda Putra mengatakan, rangkaian aksi ini melibatkan ratusan orang yang merasa kecewa dan marah atas PP No.75 tahun 2021. Sebab, proses revisi PP tentang Statuta UI itu juga dinilai tidak benar, tidak jujur, dan tidak transparan.

“Jadi kegiatan hari ini merupakan puncak protes kemarahan dari kawan-kawan mahasiswa, dosen, dan guru besar yang tidak setuju dengan Statuta UI yang baru. Karena mulai dari proses penyusunan hingga substansinya banyak catatan. Sekitar 400 orang yang hadir,” ujarnya kepada Radar Depok, Selasa (12/10). 

Menurut Leon, sudah berbulan-bulan pihaknya melayangkan surat permohonan penjelasan terkait perubahan Statuta UI ini, namun tidak digubris oleh pihak rektorat. Terlebih, sampai aksi ini berlangsung, pihak Rektor maupun Ketua MWA tidak memberikan respon untuk bertemu dengan massa aksi. 

“Sudah ada Wakil Rektor I yang ingin mengajak audiensi, tetapi kami menolak dan ingin ditemui oleh Rektor dan Ketua MWA untuk memberi komitmen agar statuta baru ini dicabut. Sejak Juli, Agustus, September, kami sudah berusaha untuk melakukan langkah-langkah, sudah mengirimkan surat permohonan penjelasan dan lainnya tapi tidak digubris,” bebernya. 

Leon menyebut, poin-poin yang bermasalah diantaranya anggota partai politik diperbolehkan menjadi MWA UI, sentralisasi kekuasaan Rektor yang sangat besar,  rangkap jabatan Rektor UI, dan masih banyak lagi. 

“Lalu dalam Statuta UI yang baru, pasal mengenai kewajiban kampus untuk mengalokasiksn beasiswa atau bantuan biata pendidikan minimal 20 persen ke seluruh mahasiswa dari jumlah seluruh mahasiswa turut dihapus. Sampai nanti kemudian statuta dicabut, kita akan terus melakukan aksi-aksi baik itu di rektorat atau pun gedung gedung kementerian seperti Kemendikbud,” tandasnya. (rd/daf)

 

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Pebri Mulya