Abdul Harris Bobihoe
Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Harris Bobihoe. FOTO : ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Harris Bobihoe mendukung kebijiakan pemerintah yang memangkas cuti bersama jelang libur natal dan tahun baru (Nataru) 2022 untuk mencegah adanya gelombang ketiga Covid-19.

Menurut politkus Partai Gerindra ini, kebijakan tersebut meruapakan langkah yang tepat, karena muaranya untuk antisipasi lonjakan kasus Covid-19 kembali

“Berkaca dari pengalaman sebelumnya, gelombang kedua Covid-19 atau tiap lonjakan kasus Covid-19 terjadi setelah libur panjang. Ini yang perlu kita antisipasi, dan langkah pemerintah memangkas cuti bersama Nataru 2022 sudah tepat,” tutur Abdul Harris Bobihoe kepada Radar Depok, Rabu (27/10).

Sebab, dewan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar 8 (Kota Depok-Kota Bekasi) ini mengungkapkan, saat ini Covid-19 berdasarkan data sudah melandai, tetapi ancaman gelombang ketiga itu tetap menghantui atau kemungkinan ada di Indonesia.

“Saya harap gelombang ketiga tidak terjadi,” tegas Abdul Harris Bobihoe.

Untuk itu, Abdul Harris Bobihoe menekankan agar masyarakat berperan aktif membantu pemerintah dalam menghilangkan pandemi, beberapa langkah yang bisa dilakukan seperti menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 dan mengikuti program vaksinasi.

“Dua langkah ini lah yang bisa dilakukan masyarakat, bahkan menjadi kunci mengentaskan pandemi Covid-19,” ujar Abdul Harris Bobihoe.

Pemerintah pun juga telah mengeluarkan regulasi melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri untuk mengatur libur natal dan tahun baru 2022 ini. Diharapkan pengaturan libur ini bisa mencegah kenaikan kasus Covid-19 di Tanah Air.

“Oleh karena itu kami mendukung langkah yang dilakukan oleh pemerintah tersebut. Tentunya langkah diambil untuk melindungi rakyat Indonesia,” jelas dia.

Kendati Demikian, Abdul Harris Bobihe meminta pemerintah segera mempersiapkan perangkat yang ada perihal sosialisasi pemangkasan cuti bersama Nataru secara masif. Sehingga, masyarakat dapat mematuhi aturan tersebut guna membantu pencegahan gelombang ketiga Covid-19 yang sangat dihindarkan terjadi di Indonesia.

“Mempersiapkan perangkat yang ada sehingga kesiapan-kesiapan di lapangan termasuk mempersiapkan sosialisasi di masyarakat itu siap. Dan tentunya kita berharap dengan adanya aturan ini dapat mencegah gelombang ketiga, di mana kita tidak hendaki seperti rumah sakit penuh, kekurang oksigen dan kurangnya penanganan dan lain-lain tdk terjadi di Indonesia,” harap Abdul Harris Bobihoe. (cky)

 

Editor/Jurnalis : Ricky Juliansyah