squid game nyata

RADARDEPOK.COM – Pusat Kebudayaan Korea di Abu Dhabi menyelenggarakan Squid Game versi nyata dengan nama KCC Squid Game Event pada Selasa, 12 Oktober 2021.

Dari 300 orang yang mendaftar untuk mengikuti Squid Game di dunia nyata, hanya 30 orang beruntung yang bisa mengikuti KCC Squid Game ini dan dibagi menjadi dua kelompok.

Korean Cultural Center di Abu Dhabi membagikan kabar ini melalui akun Instagram resmi pada Senin (04/10). Unggahan itu menampilkan seseorang sedang memegang kartu yang berisi simbol ikonik lingkaran, segitiga, dan persegi khas Squid Game.

Berdasarkan informasi di kolom keterangan, batas pendaftaran kontestan adalah Rabu (06/10).

“Kami akan memilih 15 pelamar untuk setiap sesi. Undangan email akan dikirimkan bagi mereka yang terpilih. (Hanya undangan dengan greenpass yang dapat berpartisipasi dalam acara tersebut),” bunyi keterangan tersebut.

Dituliskan juga, hanya penduduk UEA yang memenuhi syarat yang dapat berpartisipasi. Warga Negara Korea di UEA tidak memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam acara ini.

Persamaan dengan serial

Merujuk pada serial fiktif Squid Game, acara ini menampilkan kontestan berdandan dengan kostum yang sama dengan aktor serial tersebut.

Sedangkan para staf juga mengenakan pakaian ikonik dengan masker berlogo lingkaran, segitiga, dan persegi.

Jika pada serial drama Korea terdapat enam permainan anak-anak, di acara ini hanya menyelenggarakan empat permainan. Di antaranya adalah Lampu Hijau Lampu Merah, permen dalgona, kelereng, dan berjalan di atas kaca.

Selain itu, panitia juga menambahkan permainan ddakji. Game ddakji ini dimainkan oleh tokoh salesman yang diperankan oleh Gong Yoo bersama tokoh Seong Gi Hu yang dibintangi oleh Lee Jung Jae di episode pertama Squid Game.

Tidak dihukum mati

Hanya ada dua perbedaan utama antara KCC Squid Game Event dan versi serial fiktif Squid Game, yaitu peserta tidak mendapatkan uang sebesar 45,6 miliar won dan tidak dihukum mati ketika gagal.

Untuk membuat permainan aman bagi kontestan, senjata spons digunakan sebagai senjata pengganti.

Permainan batu loncatan kaca dimainkan di tanah datar bukan melayang di udara.

KCC berharap acara ini akan menginspirasi orang-orang di UEA untuk tahu dan belajar lebih banyak tentang budaya Korea.

“Permainan-permaian tersebut terkesan agak brutal dalam serialnya untuk memaksimalkan unsur dramatisnya. Namun, sebenarnya dalam serial tersebut adalah game populer yang dimainkan oleh anak-anak Korea,” pungkas perwakilan pihak Korean Cultural Center. (rd)

 

Editor : Pebri Mulya