tabrak lari
TABRAK LARI : Mobil Sigra dikendarai Ipong terperosok ke saluran air hingga berhasil ditangkap warga, di Jalan H Muhari, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Rabu (13/10). ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kepanikan membawa petaka. Hal ini yang pantas digambarkan dari Ipong, pengemudi mobil Sigra yang sedang dipengaruhi alkohol, hingga menjadi sensasi di Depok, karena aksi koboinya tabrak lari dari Jalan Siliwangi sampai ke permukiman warga Jalan H Muhari, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Rabu (13/10).

“Saya kejar dari Siliwangi. Disana nabrak anak kecil yang lagi naik sepeda. Terus kabur lagi. Ngebut,” jelas salah seorang, saksi Rafli

Setelah menabrak di Jalan Siliwangi, pelaku masuk ke Jalan Kartini kawasan Depok Lama. Atas keterangan Rafli, pengemudi berjalan ke kanan ke kiri hingga menabrak mobil dan motor yang sedang lalu lalang. Aksi koboinya semakin membuat pengendara geram, sampai turut melakukan pengejaran.

“Banyak yang diserempet. Motor, mobil semua kena. Karena bawa mobilnya zig zag pas di Jalan Kartini, jadi kendaraan pada kena,” bebernya.

Saksi menyampaikan, mobil tersebut masuk ke Jalan GDC menuju Pasar Pucung. Pengemudi tetap menyerempet kendaraan selama perjalanan, hingga menuju Jalan Kampung Sawah dan masuk ke Jalan H Muhari.

Jalan permukiman warga yang terbilang sempit menjadi akhir untuk pengemudi koboi yang panik ini. Warga semakin banyak berkumpul, mengejar pengemudi tersebut sambil berteriak maling hingga akhirnya terperosok ke saluran air.

“Sempat berusaha mau kabur ke arah kebun, sambil lari minta ampun,” ucap Rafli.

Alhasil, Ipong sang pengemudi koboi berhasil diringkus warga setempat. Hujaman kepalan tangan pun bersarang di wajah dan tubuh Ipong. Namun beberapa warga setempat mengamankan dari amukan massa, hingga pihak berwajib datang dan mengamankan Ipong di pos keamanan sebuah perumahan.

Ipong ketika dikonfirmasi, mengakui bahwa berkenadara dalam keadaan mabuk alkohol sehingga tak fokus. Ia pun panik karena klakson pengendara motor dan mobil yang minta berhenti. “Saya takut sama panik. Saya kabur dan dikejar, saya ngebut,” jelasnya saat dikonfirmasi.

Dirinya mengaku, tak mengingat berapa banyak korban akibat koboinya itu. Sebab mengendarai mobil dalam keadaan mabuk berdua dengan temannya. Namun saat kejadian temannya keluar mobil untuk lari dari kejaran massa.

“Iya saya mabuk, minum alkohol. Saya berdua sama teman saya, tapi dia kabur di tengah jalan waktu di kejar warga,” terang Ipong.

Diketahui pengemudi tersebut berasal dari Cirebon, mobil Sigra dengan nomor polisi B 1428 ERG adalah milik perusahaan tempatnya bekerja di bidang jaringan sinyal GSM. Beruntung pihak kepolisian cepat tiba dilokasi untuk mengamankan pengemudi kobok tersebut.

Dilokasi kejadian penangkapan, Bhabinkamtibmas Jatimulya, Bripka Mohadi menerangkan, sejauh ini korban ada tiga orang. Satu pengendara dan dua orang adalah pengamen yang sedang beristirahat di Jalan H Muhari hingga gitarnya rusak karena ditabrak.

“Untuk sementara data korban yang di tabrak dari Pasar Pucung sampai Jalan H Muhari itu 3 orang. Di lokasi lain masih dikumpulkan keterangannya,” jelasnya.

Ia menerangkan, laporan masuk dari warga bahwa ada kejadian tabrak lari dan akan dihakimi warga. Hal ini membuatnys bergeral cepat mengamankan pengemudi ke pos keamanan sekitar agar terlepas dari amukan massa.

Atas keterangan yang didapat dari pengemudi, Mohadi menambahkan, pengemudi bersama seorang temannya yang lebih dulu melarikan diri karena ketakutan di amuk massa.

“Kalau dari hasil keterangan pelaku ada dua orang ya. Dia dan temannya. Tapi temannya kabur di tengah jalan,” tambahnya.

Namun dipastikannya, tidak ada korban jiwa dan korban luka berat, hanya luka ringan sehingga tidak dilarikan ke Rumah Sakit terdekat. Para saksi dan korban sedang dimintai keterangan petugas di Unit Laka Polres Metro Depok untuk dimintai keterangan. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro