sidang tanah merah
SIDANG SAKSI : Suasana saat Sidang perkara PT. Tjitajam berjalan alot di Ruang Sidang Utama Kantor Pengadilan Negeri Depok. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sidang sengketa lahan tanah merah cipayung, Kecamatan Cipayung, Kota Depok dengan perkara nomor : 181/Pdt.G/2020/PN.Dpk. dengan agenda mendengarkan Saksi Fakta dari pihak Penggugat PT Tjitajam versi Direktur Rotendi dan Komisaris Jahja Komar Hidajat.

Awal sidang sempat alot karena Kuasa Hukum Penggugat mempertanyakan legalitas dari Kuasa Hukum Tergugat 4 yaitu PT. Tjitajam versi Ponten Cahaya Surbakti, dimana Tergugat 4 telah menunjuk Kuasa Hukum baru, Hokli H. Lingga. 

“Saya keberatan karena yang ditunjukan itu Akta Nomor : 13 tanggal 30 September 2011 yang dibuat di hadapan Notaris Zulhendrif,” tegas Kuasa Hukum Penggugat, Reynold Thonak, di Ruang Sidang Utama Kantor Pengadilan Negeri Depok, Jumat (15/10). 

Menurutnya, Kuasa Hukum Ponten Cahaya Surbakti yang dahulu dalam perkara ini menggunakan Akta milik Notaris Erick Maliangkay dan Pengesahan Dirjen AHU tahun 2019 bukan Akta Zulhendrif, sebab Akta berikut pengesahan tahun 2011 sudah dibatalkan sesuai dengan putusan Pengadilan Negeri Cibinong yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht dan bahkan sudah dilakukan Eksekusi pada tanggal 15 September 2021.

“Akta itu sudah dibatalkan, sesuai putusan Pengadilan Negeri Cibinong tanggal 7 September 2018 yang dikuatkan putusan Pengadilan Tinggi Bandung tanggal 16 Mei 2019. Dan putusan Mahkamah Agung tanggal 4 Oktober 2019,” jelasnya kepada Radar Depok. 

Selain itu, Reynold juga menyampaikan bahwa Pengesahan 2019 yang diterbitkan oleh AHU untuk PT Tjitajam versi ponten Cahaya Surbakti yang beralamat di Jalan RP Soeroso No. 33A, Menteng, Jakarta Pusat adalah alamat fiktif sebab ketika tim melakukan penelusuran ternyata alamat tersebut adalah Rumah Makan Manado “TINOOR” 

“Alamat itu sudah saya datangi tapi ternyata tidak ada kantor PT. Tjitajam versi Ponten Cahaya Surbakti disana, yang ada rumah makan Manado dengan menu diantaranya Babi Kecap. Bukti lengkap, ada video, foto, alamat lengkap, dan struk pembelian,” bebernya. 

Diketahui, sidang lanjutan akan berlangsung pada 21 Oktober 2021 dengan agenda mendengarkan dua orang saksi dari Tergugat. (rd/arn)

 

Jurnalis : Arner Kelmanutu

Editor : Pebri Mulya